Jumat, 21 November 2008
Ekonomi - Energi
  BERITA
  INDEKS BERITA
04/07/2008 06:29
‘Byar-pet’ Karena Batubara
Bastaman, Kontributor INILAH.COM
 

(istimewa)
 

INILAH.COM, Jakarta – Tingginya harga di pasar dunia membuat pasokan batubara ke sejumlah PLTU menjadi seret. Pemadaman listrik bergilir masih akan terjadi, paling tidak hingga 2010.

Tahun ini tampaknya tahun yang sulit bagi PLN dan konsumen listrik. Akibat seretnya pasokan batubara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), pemadaman listrik secara bergilir terpaksa dilakukan.

Entah berapa besar kerugian yang dialami oleh PLN, industri, mau pun konsumen rumah tangga akibat pemadaman bergilir tersebut. Entah sampai kapan pula pemadaman bergilir itu akan berlangsung. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen PLN.

Sebuah informasi menyebutkan bahwa defisit pasokan batubara dialami oleh PLTU Suralaya, Paiton, Ombilin, Bukit Asam, dan Paiton. PLTU Suralaya, misalnya, disebut-sebut mengalami defisit sekitar 50 ribu ton per hari.

Jelas, ini persoalan gawat. Soalnya, sekitar 25% kebutuhan listrik di sejumlah kota besar di Jawa dan Bali dipasok oleh PLTU Suralaya. Itu sebabnya PT Indonesia Power, anak perusahaan PLN yang mengelola PLTU Suralaya, terpaksa mencari batubara di pasar spot (tunai). Langkah itu terpaksa dilakukan untuk menjaga pasokan bulan beberapa bulan ke depan.

Dari sekian banyak perusahaan, PLN memang yang paling banyak menggunakan batubara. Tahun lalu saja, BUMN ini menghabiskan 21,9 juta ton batubara. Tahun ini diperkirakan jumlahnya sedikit berkurang menjadi sekitar 20,96 juta ton.

Namun, di tahun-tahun mendatang, kebutuhan batubara pabrik seterum ini akan meningkat pesat seiring dengan mulai beroperasinya pembangkit listrik 10 ribu megawatt pada 2010.

Sebetulnya, produksi batubara nasional masih lebih dari cukup untuk menutup kebutuhan di dalam negeri. Tahun ini, produksi batubara nasional akan mencapai 235 juta ton. Meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya menacapai 205 juta ton. Sedangkan konsumsi batu bara di dalam negeri tahun ini diperkirakan mencapai 55 juta ton.

Tapi, apalah artinya angka-angka itu bila PLN saja masih menghadapi banyak kendala untuk bisa menikmati energi batubara. Salah satunya adalah terkait dengan harga yang mengekor pada harga internasional.

Saat ini harga batu bara di pasar dunia sudah mencapai US$ 135 per ton, sedangkan harga patokan PLN hanya US$ 80. Jelas perusahaan tambang batubara lebih suka melemparnya ke pasar internasional ketimbang menjualnya ke PLN. Tahun ini ekspor batubara diperkirakan mencapai 185 juta ton.

Aklibatnya, ya itu tadi, pasokan batubara ke PLN dan sejumlah perusahaan di dalam negeri menjadi seret. Sayangnya, pemerintah baru akan membatasi ekspor batubara pada 2010. Artinya, untuk dua tahun ke depan, pemadaman listrik masih akan sering terjadi. [E1/I4]

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com