

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Erwin Aksa, big boss Bosowa Group, akhirnya jadi bos juga di BPP Hipmi. Munas ke-13, Minggu (20/7) di Nusa Dua, Bali, memilih dan menobatkannya sebagai pucuk pimpinan organisasi itu untuk periode 2008-2011.
Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), bagi Erwin, bukanlah wadah baru. Sebagai pebisnis kelas kakap, sejak lama ia lekat dengan wadah para palaku usaha nasional itu. Bahkan, ia lebih memilih berkiprah di HIPMI ketimbang menggeluti politik, jalur yang dititi H Aksa Mahmud, sang ayah yang kini Wakil Ketua MPR-RI.
Erwin, anak sulung dari lima bersaudara, sadar bahwa orang bisnis yang terjun ke politik sebaiknya lebih dulu mencapai kemapanan. "Kita harus jadi pengusaha senior, mapan, dan besar, baru berpolitik. Jangan dibalik," katanya.
Erwin pun menjejaki para seniornya, yakni selalu bertindak sebagai pebisnis profesional. Baginya, pebisnis yang memburu modal menggunakan politik kekuasaan tidak akan pernah bisa langgeng. Modalnya hanya bertahan seumur kekuasaan. "Karena itu, profesionalitas dan etika bisnis jadi suatu keharusan," ujar pria kelahiran 7 Februari 1975 ini.
Karena itu, Erwin yang sebelum terpilih jadi Ketua Umum BPP Hipmi menjabat Ketua Bidang Energi Badan Pengurus Pusat, sudah menyiapkan visi-misi untuk lebih memajukan kinerja organisasi pengusaha muda itu. Salah satu program yang belum selesai pada era Sandiaga S Uno yang baru saja digantikannya adalah mencetak sejuta pengusaha baru dan membawa Hipmi go international.
Menurut Erwin, Hipmi juga harus berusaha membantu mengatasi problem dalam permodalan, SDM yang berkualitas, serta membuka peluang baru di Uni Eropa dan Timur Tengah. Salah satu programnya adalah membangun basis data anggota untuk kemudian dikelompokkan dalam beberapa sektor pembinaan.
Pembangunan basis data ini akan dilakukan dengan membuat survei ke masing-masing cabang Hipmi. Selanjutnya, Hipmi juga akan melakukan pelatihan. "Kami pun bertekad membentuk Hipmi Fund dengan tujuan membeli perusahaan yang prospektif dan jadi kredit program untuk para anggota melalui proses seleksi," kata Erwin.
"Program lain mencakup kemitraan strategis dengan BUMN dan perusahaan swasta nasional, serta peningkatan akses pasar Hipmi," tutur lulusan bidang ekonomi University of Pittsburg, Pennsylvania, AS, pada 1977 ini.
Kiprah Erwin di pentas usaha terus berkibar. Di bawah Erwin, Bosowa mengembangkan sayap bisnisnya ke sektor energi. Untuk mengatasi krisis listrik di sebagian wilayah Sulawesi Selatan, misalnya, Bosowa Energi bersama mitra bisnisnya dari China membangun PLTU Batubara Jeneponto berkapasitas 2 x 100 MegaWatt. Total investasinya mencapai US$ 200 juta.
Dalam pembangunan PLTU itu, Bosowa menggandeng Chengda Engineering Corp, salah satu perusahaan asal China yang sudah menyelesaikan pembangkit listrik di Palembang dan Cilacap. Pembangunan PLTU ini merupakan salah satu upaya mengatasi pemadaman listrik bergilir di Sulsel dalam beberapa tahun terakhir.
Selama ini, pembangkit listrik di Sulsel terpusat di sebelah utara dan tengah wilayah itu. Karenanya, pembangunan PLTU di Jeneponto di sebelah selatan wilayah Sulsel diharapkan bisa membantu upaya mengatasi krisis listrik di sana.
Kurangnya pasokan dan banyaknya permintaan listrik dari masyarakat di Sulsel mendorong Bosowa Corporation membangun PLTU Batubara berkapasitas 2 x 100 MegaWatt yang sekaligus jadi pembangkit listrik terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Erwin mengungkapkan, proyek itu ditargetkan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama. Setelah PLTU Batubara itu beroperasi, Bosowa Energi akan menjual listriknya kepada PLN dengan harga US$ 3,18 sen per KWH selama 30 tahun.
Proyek PLTU batubara itu berdiri di Desa Punnagayya, Bangkala, Jeneponto, dan dibangun di atas lahan Bosowa Energi seluas 230 hektare.
Dengan kepak bisnis yang besar itu, Erwin jelas telah punya pengalaman profesional meski usianya relatif masih muda untuk ukuran pengusaha elit. Ia merintis karir bisnisnya dari bawah di bawah bimbingan seniornya, terutama sang ayah dan Grup Kalla.
Pada Munas ke-13 HIPMI, Erwin terpilih sebagai bos baru dengan perolehan suara mayoritas. Ia menyisihkan tiga kandidat lain. Banyak pihak meyakini kemampuan Erwin untuk memacu kinerja dan ruang gerak Hipmi. [E1/I3]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Uji Kreativitas Sang Bankir
- Ekspansi Tiada Henti
- Ekspansi Sang Gurita Melambat
- Jaga Eksistensi ‘The Big Company’
- Berbagi Bahagia Ala Insan Bursa Saham
- Terhimpit Beragam Kepentingan
- Tenang Atasi Kepanikan Pasar
- IPO Tertunda Tetap Optimistis
- Genjot di Hulu dan Hilir
- Sukses Berkat Kejujuran
- Fahmi: Bulog Tangani Tata Niaga Gula
- Harga Murah untuk Masyarakat
- 'Kutu Loncat' Industri Musik Dunia
- Menjawab Kebutuhan Pasar
- Payung Profesionalisme untuk Hipmi