

INILAH.COM, Jakarta – Musik sudah jadi bagian dari keseharian manusia. Roda industri yang bergerak di belakangnya pun terus berputar. Bicara soal ini, tentu tak bisa lepas dari Tommy Mottola, 'kutu loncat' tersukses di industri musik dunia.
Nama lengkapnya Thomas David Mottola Jr. Mulai dikenal publik ketika menjabat sebagai CEO Sony Music Entertainment (SME), label paling dominan dalam industri musik dunia.
Tentang dirinya, Timothy White dari Billboard berkomentar begini, "Ia adalah contoh figur yang sukses di sejarah modern industri musik dunia."
Mottola lahir 14 Juli 1949. Ia bungsu dari empat bersaudara. Musik memang sejak dulu mewarnai kehidupannya. Sejak kecil ia suka mendengarkan berbagai jenis musik. James Brown dan Elvis Presley adalah sumber inspirasi jiwa musikalitasnya.
Mottola dan beberapa kawannya pernah membentuk band bernama Exotics. Sayang, kedua orangtuanya tidak menyetujui ia meniti karir sebagai musisi. Ia pun patuh dan memilih kembali ke bangku pendidikan. Tapi, jiwa musiknya tak berhenti menggelegak.
Mottola kemudian menumpahkan hasratnya bermusik sambil melanjutkan pendidikan akting di sekolah Hofstra.
"Enam bulan di sekolah itu saya tidak merasakan kepuasan. Maka, saya memberanikan diri bilang kepada orangtua saya untuk mendukung jika mereka benar-benar mencintai saya," kata Mottola.
Setelah melewati jalan berliku, akhirnya dewi fortuna datang juga. Mottola teken kontrak dengan CBS Records. Ia sempat menelurkan dua album, Woman Without Love dan Evil Woman. Ia memakai titel TD Valentine, inisial nama depannya dan hari pertama ia rekaman, yakni Hari Valentine.
"Obsesi menyanyi ini lama kelamaan memudar," ujar Mottola tak lama setelah itu. Tapi, ia ingin tetap berada dalam industri musik. Ia pun mulai mencoba berbisnis musik. Bidang music publishing ditekuninya.
Lowongan di Chapell Music langsung saja ia sabet. Ia bekerja di divisi pop dengan beberapa musisi ternama seperti Jim Steinman dan Rod Stewart.
Pada 1971, dua tahun setelah bekerja di Chapell, Motolla menikahi Lisa Clark, putri pemilik ABC Records Sam Clark. Kehidupannya mulai mapan dengan dua anak plus rumah bagus. Ia sempat diangkat sebagai manajer.
Karir di Chapell berakhir ketika Mottola mendirikan perusahaan sendiri pada 1974. Namanya Champion Entertainment.
Mottola menerima jabatan sebagai Presiden CBS Records dan memboyong Champion Entertainment pada 1988. Tak lama berselang, Sony Music Entertainment Jepang mengakuisisi perusahaan itu. Ia otomatis jadi Presiden Sony Music Divisi AS.
Kontrak awal Mottola dengan Sony bernilai US$ 35 juta. Penghasilannya lebih dari US$ 10 juta per tahun. Bekas salesman ini pernah menghuni sebuah mansion seharga US$ 25 juta dengan 14 kamar mandi. Ia juga punya mobil khusus bermerek Callaway C12 seharga US$ 250 ribu.
Ketika itu, Sony sudah ekspansi lewat dua label baru, Columbia dan Epic, ke lebih dari 60 negara. Awal 1990-an jadi era meledaknya bisnis musik Mottola dan Sony. Sederet bakat baru direkrut, termasuk New Kids on the Block dan Mariah Carey.
Pada 1993, Mottola jadi presiden sekaligus Chief Operating Officer (COO) SME seluruh dunia. Hal pertama yang ia lakukan adalah merobohkan tembok pemisah internal. Ia mengatakan kepada anak buahnya bahwa mereka semua akan bekerja bersama.
Otak bisnis Mottola berhasil mengubah Sony menjadi sebuah kerajaan di industri musik. "Saya memang sangat ambisius," tandasnya.
Kerja sama dengan Carey berlanjut hingga ke pelaminan. Mottola menceraikan Clark dan menikahi Carey pada 1993 dengan pesta pernikahan bak dongeng.
Pernikahan Mottola-Carey hanya bertahan lima tahun. Tapi, Carey bertahan di label Mottola.
Mottola kini hidup bersama Thalía, istri ketiganya, yang telah memberinya seorang putri bersama Sabrina Sakae Mottola, kelahiran 9 Oktober 2007.
Setelah 15 tahun bersama Sony, Mottola meneruskan tradisi 'kutu loncat'-nya. Ia mundur dan membangun kerajaan bisnis sendiri. Namanya: Casablanca Records yang jadi bagian dari Polygram Records. Bisnisnya super lengkap. Ia menggarap rekaman musik, produksi televisi, bioskop, fesyen, dan manajemen.
"Kini, saya menyadari tak selamanya saya mampu memaksakan kehendak. Kini, saya ingin berbaur dengan semua orang. Saya ingin semuanya merasa hidup," tuturnya.
Sejumlah musisi masa kini jadi bagian dari keluarga baru Mottola ini. Sebutlah Usher, Marc Anthony, Lindsey Lohan, Cassie Ventura, termasuk juga Mika yang sedang naik daun.
Mottola juga seorang filantropis sejati. Berbagai kegiatan sosial ia geluti. Ia jadi salah satu dewan direksi Pusat Eksploitasi dan Anak Hilang di AS, Liga Atletik Polisi, Yayasan Kanker TJ Martell, Riset Leukimia dan AIDS, Yayasan dan Museum Rock and Roll Hall of Fame, Yayasan Kesatuan Hukum Federal.
Begitulah aksi nyata Mottola. Ia kaya raya, tenar, dan berjiwa sosial. Dan, satu yang juga pasti, relung jiwanya tetap berbalut musik. [I3]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Uji Kreativitas Sang Bankir
- Ekspansi Tiada Henti
- Ekspansi Sang Gurita Melambat
- Jaga Eksistensi ‘The Big Company’
- Berbagi Bahagia Ala Insan Bursa Saham
- Terhimpit Beragam Kepentingan
- Tenang Atasi Kepanikan Pasar
- IPO Tertunda Tetap Optimistis
- Genjot di Hulu dan Hilir
- Sukses Berkat Kejujuran
- Fahmi: Bulog Tangani Tata Niaga Gula
- Harga Murah untuk Masyarakat
- 'Kutu Loncat' Industri Musik Dunia
- Menjawab Kebutuhan Pasar
- Payung Profesionalisme untuk Hipmi