

(inilah.com/Subekti)
INILAH.COM, Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu optimistis target pertumbuhan ekspor 12% di 2008 bisa dicapai.
"Kami berharap pertumbuhan ekspor tercapai. Sebab, sampai Juni ekspor migas mencapai 30% dan non migas 23%," kata Mari seusai menghadiri upacara HUT ke-63 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Minggu (17/8).
Memang, di semester dua pertumbuhan ekspor diperkirakan akan melambat akibat penurunan harga sejumlah komoditas ekspor seperti crude palm oil (CPO). "Kendati ada penurunan di semester dua, saya perkirakan jumlahnya tetap naik. Itu karena ada penambahan dari ekspor yang tidak terkait penurunan harga komoditas seperti otomotif, alas kaki dan tekstil," katanya.
Mari mengatakan, harga CPO di pasar dunia belum bisa dikatakan anjlok karena harganya saat ini masih lebih tinggi dibanding tahun lalu.
"Harga CPO bergerak sesuai harga minyak dunia. Meski turun, tetap lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Melonjaknya harga CPO pada April dan Mei tahun ini sangat tinggi sehingga kalaupun sekarang turun belum bisa dibilang anjlok," kata Mari.
Mari menambahkan, tingkat permintaan ekspor CPO dari China dan India masih besar sehingga pertumbuhan ekspor CPO Indonesia akan tetap besar. "Meski ada renegosiasi harga CPO dari China karena penurunan harga, itu hal biasa dalam bisnis," tandasnya. [L5]
- Bunga Acuan Inggris Bakal Terendah
- Penerimaan Negara 2009 Terkoreksi
- Ampun..Defisit Anggaran AS US$ 1,2 T
- Oow! Rupiah Melemah Tipis
- BI: 2009, Ekonomi Tumbuh 4%-5%
- Yes! Rupiah Menguat Tajam
- Asyik! Ada Celah BI Rate Turun Lagi
- BI: Ekonomi 2009 Tumbuh dari Pemilu
- BI: Inflasi 2009 Capai 5%-7%
- BI Rate Turun 50 Bps
- RDG BI Harusnya Pangkas BI Rate
- Keraguan Realisasi Dana Stimulus
- Fed: 2009 Ekonomi Kontraksi, Pulih 2010
- Hore! Rupiah Berhasil Terkoreksi
- Pemerintah Berharap BI Rate Turun