

(inilah.com/Subekti)
INILAH.COM, Jakarta – Libur panjang seiring peringatan 63 Tahun Indonesia Merdeka membuahkan berkah bagi pebisnis transportasi. Jumlah penumpang membeludak, sektor transportasi panen rezeki. Apalagi, tarifnya pun sudah naik.
Hukum ekonomi suplai dan permintaan berlaku pada masa liburan kali ini. Ketika terjadi lonjakan jumlah penumpang, perusahaan transportasi mengendusnya dengan tajam. Peluang menggenjot pendapatan dioptimalkan. Caranya, apalagi jika bukan menaikkan tarif angkutan.
Trik itu berlaku di angkutan kereta api. Setidaknya, tarif kereta api yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir terpantau naik.
"Tarif naik karena jumlah penumpang melonjak di masa liburan. Kenaikan tarif di-setting sejak sebulan lalu," kata Sumbudi, Wakil Kepala Stasiun Gambir kepada INILAH.COM.
Meski begitu, kenaikan tarif tidak berlaku bagi golongan reguler. "Kami hanya menaikkan tarif untuik kelas menengah ke atas," ujar Sumbudi.
Tarif KA Bromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya naik dari Rp 220.000 jadi Rp 290.000. Tarif Argo Lawu jurusan Jakarta-Solo naik dari Rp 200.000 jadi Rp 270.000.
Hingga hari terakhir libur, Senin (18/8), kesibukan masih terlihat di Stasiun KA Gambir yang telah memberangkatkan sedikitnya 12.000 penumpang ke berbagai kota tujuan di Pulau Jawa.
Berdasarkan pantauan INILAH.COM, ratusan penumpang baru tiba di Gambir. Wajah mereka tampak lelah. Umumnya mereka menjinjing tas-tas besar, kantong plastik, atau kardus besar.
Sumbudi menjelaskan, hingga hari terakhir libur panjang, arus balik penumpang kereta api tujuan Jakarta dari beberapa daerah di Pulau Jawa diperkirakan sudah mencapai 80%.
"Diperkirakan lonjakan arus balik penumpang kelas eksekutif hingga pukul 21.00 WIB hari ini sudah mencapai 6.000 penumpang. Puncak keberangkatan penumpang terjadi Jumat (15/8)," kata Sumbudi.
Membeludaknya penumpang kereta api juga membuat operator harus menambah satu KA reguler jurusan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari semula 14 jadi 15 rangkaian.
Sumbudi menambahkan, banyaknya penumpang yang turun di stasiun lain menyebabkan jumlah arus balik tidak sebanyak keberangkatan. "Secara keseluruhan, total arus balik penumpang dari seluruh kota di Jawa, hingga Senin (18/8) sore mencapai 11.000 penumpang," katanya.
Kondisi serupa terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Arus penumpang lebih banyak terkonsentrasi di Terminal I yang melayani penerbangan tujuan domestik.
"Memang, terjadi lonjakan arus penumpang pesawat. Terutama di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta," ungkap Waspan Wahyu Widodo, Kepala Humas PT Angkasa Pura II. [E1/I3]
- Asyik..PU Bisa Serap 1,1 Juta Pekerja
- Menhub: Tinggal Tarif Taksi tak Turun
- Tarif Angkutan Diumumkan Pekan Depan
- Ternyata Rakor Bahas Tarif Angkutan
- AirAsia Miliki Bandara Sendiri
- WIKA Raih Proyek Rp 240 M
- Infrastruktur Tumpuan Saat Krisis?
- Kadin: Sulit Buka Pasar Ekspor Baru
- RI Siap Ekspor 1 JutaTon Beras
- SBY Tantang Pengusaha Kompetitif
- Kiat Rizal Ramli Bantu Ekonomi Rakyat
- ADHI Garap Proyek Alihan Rp 9 T
- GM Pertanyakan Konsistensi RI
- Kawasan Perdagangan Bebas Dihapus
- Asyik! Harga Minyak Goreng Turun