Ekonomi
20/08/2008 - 09:14
Euro Terdorong Kontraksi di Jerman

INILAH.COM, New York - Kurs Euro terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat (rebound) setelah berada di posisi terendah selama enam bulan terakhir. Kontraksi ekonomi yang terjadi di Jerman pada kuartal dua memberikan vitamin bagi mata uang Euro.

Penguatan Euro tertolong karena survei kepercayaan investor yang dilakukan lembaga riset ZEW terhadap kontraksi ekonomi di Jerman sebesar 0,5% di kuartal kedua 2008.

Analis dari Capital Economics Jennifer McKeown mengatakan data Jerman telah mendorong euro. "Kenaikan indeks ZEW Jerman pada Agustus menunjukkan ekspektasi investor terhadap perekonomian semakin membaik. Hal itu memberikan angin segar meski indeks masih berada di level rendah," kata Jennifer McKeown, Rabu (20/8).

Euro berada pada US$ 1,4783 dolar sekitar 2100 GMT, naik tajam dari US$ 1,4696 dolar di New York pada akhir Senin. Pada awal Selasa mata uang tunggal Eropa itu melemah menjadi US$ 1,4631 dolar, ini merupakan level terendah sejak Februari silam.

Sesuai survei tersebut, indeks sentimen ekonomi naik 8,4 poin menjadi 55,5 poin Juli ketika survei terpukul ke level terendah sejak diciptakan pada Desember 1991.

Menguatnya mata uang Eropa itu dipicu membumbungnya inflasi serta melemahnya pasar properti perumahan di AS. Hal itu menimbulkan kecemasan investor global terhadap prospek ekonomi AS.

Para dealer mengatakan berita bahwa perumahan AS mulai turun 11% ke posisi terendah sepanjang 17 tahun pada Juli lalu telah mengguncang pasar yang sudah gelisah akibat prospek sistem perbankan yang masih melemah akibat krisis kredit perumahan.

Tiupan lainnya datang dari indeks harga kulakan atau pabrik yang mencapai posisi tertinggi selama 27 tahun sebesar 9,8% pada Juli sehingga mengurangi harapan bahwa krisis perumahan yang memburuk di AS segera berakhir.[*/L5]

KOMENTAR BERITA