

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono diharapkan bisa membangun kembali kredibilitas BI yang tercabik kasus suap. Pasalnya, kasus suap yang melibatkan Deputi Senior Gubernur BI, Miranda Swaray Goeltom, makin merontokkan kepercayaan publik.
"Secara institusional bank sentral mengemban misi yang strategis di bidang pembangunan ekonomi," ucap Ketua Komisi XI DPR, Awal Kusumah, Rabu (20/8), di Jakarta.
Terkuaknya kabar mengenai kasus suap Miranda itu diprediksi makin menurunkan kredibilitas bank sentral di mata publik regional maupun internasional.
"Masalah semacam ini bisa menghilangkan kepercayaan dunia terhadap BI, tentunya membahayakan posisi BI. Dampaknya bakal meluas, dan sulit untuk memulihkan kepercayaan publik global," ucapnya.
Padahal, kata dia, kepercayaan publik regional maupun internasional merupakan modal dasar bagi performa bank sentral. Sehingga transparansi dan akuntabilitasnya bisa terjaga. "Ketidakpercayaan publik terhadap BI akan menyulitkan upaya membangun kinerja ekonomi," katanya.
Dikatakan, selain kasus suap yang diduga melibatkan Miranda, kasus aliran dana BI juga belum tuntas. Tentunya, hal itu akan memicu kemerosotan kinerja BI.
Kasus suap yang melibatkan Miranda terkait pengakuan mantan anggota Komisi XI DPR, Agus Tjondro dari FPDIP. Agus mengakui dirinya diberi Rp 500 juta untuk melancarkan pemilihan Miranda sebagai Deputi Senior Gubernur BI pada 2004 silam.[L5]
- Bunga Acuan Inggris Bakal Terendah
- Penerimaan Negara 2009 Terkoreksi
- Ampun..Defisit Anggaran AS US$ 1,2 T
- Oow! Rupiah Melemah Tipis
- BI: 2009, Ekonomi Tumbuh 4%-5%
- Yes! Rupiah Menguat Tajam
- Asyik! Ada Celah BI Rate Turun Lagi
- BI: Ekonomi 2009 Tumbuh dari Pemilu
- BI: Inflasi 2009 Capai 5%-7%
- BI Rate Turun 50 Bps
- RDG BI Harusnya Pangkas BI Rate
- Keraguan Realisasi Dana Stimulus
- Fed: 2009 Ekonomi Kontraksi, Pulih 2010
- Hore! Rupiah Berhasil Terkoreksi
- Pemerintah Berharap BI Rate Turun