

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah akan melanjutkan tren penguatan. Pergerakan dolar AS yang melemah terhadap mata uang utama lain melambungkan rupiah. Kamis (21/8) ini, rupiah bisa menguat di kisaran 9.10-9.160 per dolar AS.
Analis David Sumual mengatakan, rupiah kemarin sempat melemah karena penguatan dolar AS. Namun, beberapa data ekonomi yang menunjukkan perlambatan ekonomi, membawa dolar melemah.
Hal ini dapat dijadikan sentimen positif bagi bangkitnya rupiah. "Rupiah hari ini akan berada di kisaran 9.100 sampai 9.160 per dolar AS," ujar David kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (20/8).
Menurut David, Bank Indonesia akan menjaga stabilitas pergerakan rupiah di kisaran 9.000-9.300 per dolar AS. Hal ini dilakukan untuk menjaga nilai ekspor. Pasalnya, bila rupiah terlalu kuat, ekspor dapat terpengaruh. Ini berarti, BI akan mengintervensi kalau rupiah sudah mengarah ke level 9.000 per dolar AS.
Sentimen positif lainnya yang dapat menopang penguatan rupiah adalah adanya penawaran global bond untuk obligasi syariah atau sukuk sebesar Rp 2 triliun. Melihat minat besar investor, arus dana yang masuk diperkirakan akan cukup besar.
Transaksi dolar sendiri, menurut David, bergerak cukup stabil sejak awal tahun dan tidak terlalu fluktuatif. Posisi ini bagus baik dari sisi impor atau ekspor ataupun melakukan investasi. "Cukup stabil dan bagus untuk bisnis. Lebih terprediksi," katanya.
Sementara suku bunga The Fed yang diperhitungkan ditahan di level 2% sampai akhir tahun, bakal berpengaruh ke harga-harga komditas. Selama ini, Fed rate diturunkan tingkatnya, sehingga likuiditas berlimpah dan investor masuk ke sektor komoditas.
"Sekarang Fed rate ditahan ke 2%, maka bubble-nya pecah. Orang tadinya berharap bisa turun ke 1,5%. Tapi, kelihatannya Fed rate sampai akhir tahun masih di 2%," katanya.
Rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta, Rabu (20/8) menguat signifikan 28 poin ke level 9.155 per dolar AS. Sementara nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya ditutup menguat.
Rupiah terhadap dolar Singapura menguat di 6.470,63, atas dolar Hong Kong naik jadi 1.173,51 , terhadap dolar Australia menguat di 7.960,72, dan atas euro ditutup menguat di posisi 13.484,47. [E1/I4]
- Rupiah Kembali Terguncang
- Inilah Bank Agen Resmi Reksadana!
- Depkeu Lelang SUN Rp 3 T
- BNI Terintegrasi ke ATM Jepang
- Wah! Rupiah Tembus Rp 11.000 Lagi
- Tidak Jalankan PNPM, Tuntut Pemda
- Inilah Realisasi APBNP 2008!
- Wuih! KPK Usik Rekap Bank 1998
- Utang BLBI Tersisa Rp 200 T
- Bunga Bank Turun, Tinggal Tunggu
- Sssst! Menkeu dan BI Datangi KPK
- Wah! Temasek Rugi Besar di Merrill
- Menunggu Penurunan Bunga Bank
- Kasus Sarijaya tak Dongkrak DPK Bank
- 2009, Saatnya Bank Tambah Modal