Ekonomi
21/08/2008 - 10:15
Awas, Rupiah Tertekan Isu Eksternal

(Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Investor diminta mewaspadai sentimen negatif di pasar yang berpotensi menekan rupiah. Namun, dalam sesi pembukaan pasar spot antarbank, Kamis (21/8), mata uang lokal ini menguat 25 poin dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

Direktur Utama PT Finance Corpindo,Edwin Sinaga mengatakan, penguatan mata uang rupiah hanya akibat faktor teknik saja. Belum ada isu baru yang terdapat di pasar. "Bisa saja rupiah kembali tertekan apabila isu muncul isu negatif dari eksternal," kata Edwin.

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis pagi menguat 25 poin menjadi Rp 9.140 - 9.145 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya yakni Rp 9.165 - 9.177. Penguatan itu diyakini karena masih berlanjutnya aksi lepas dolar AS. "Tidak ada faktor lain yang mendorong kenaikan mata uang lokal itu," ujarnya.

Pemerintah berencana melakukan penerbitan obligasi di luar negeri untuk mencari dana murah guna menambal defisit RAPBN 2009. Isu positif itu diyakini bakal mendongkrak pergerakan pasar uang domestik.

Namun, kenaikan rupiah sebenarnya bisa lebih tinggi tertahan oleh menguat dolar AS di pasar global, setelah keluarnya kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ) mempertahankan suku bunga sebesar 0,05%. Bertahannya suku bunga BoJ itu mengakibatkan pelaku asing cenderung melepas yen dan mendorong menguatnya dolar AS.

Selain itu, juga harga minyak mentah dunia yang dalam beberapa hari ini turun kini kembali menguat hingga mencapai lebih dari US$ 114 per barel. Hanya saja, penguatan tipis harga minyak relatif tidak memberikan dampak negatif pasar lebih dalam.

Untuk itu, Edwin menganjurkan pelaku pasar untuk membeli rupiah karena optimisme penguatan mata uang domestik ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga penutupan sore ini. "Pasar masih merespons positif mata uang rupiah," pungkasnya.[L5]

KOMENTAR BERITA