

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Gempita di pasar bursa menular ke pasar valas. Nilai tukar rupiah pun ditutup menguat. Pelemahan dolar AS seiring naiknya harga minyak mentah, memancarkan sinyal positif terhadap penguatan rupiah.
Rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta, Kamis (21/8), menguat 8 poin ke level 9.147. Pada perdagangan sehari sebelumnya, rupiah ditutup di posisi 9.155 per dolar AS.
Analis Integral Investama, Tony Mariano mengatakan, dolar AS merosot terhadap mata uang utama lainnya pasca kenaikan harga minyak mentah. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa pelambatan ekonomi sedang terjadi.
Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman September di New York Mercantile Exchange (Nymex), naik 45 sen menjadi US$ 114,98 per barel, setelah sempat menyentuh level US$ 117,03. Adapun harga kontrak untuk Oktober berada di level US$ 115,56 per barel.
Banyak faktor eksternal yang memperkuat rupiah. Misalnya, dirilisnya data ekonomi AS yang menunjukkan hasil buruk. Atau, angka inflasi AS yang mencapai 9,8%, tertinggi dalam 27 tahun terakhir. Semua menjadi pemicu pelaku pasar untuk melepas dolar.
Sentimen positif lain yang membuat rupiah menguat berasal dari data fundamental ekonomi domestik yang mendukung, dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2008 mencapai 6,3%. Juga imbal hasil yang cukup tinggi yang diitawarkan dalam berinvestasi rupiah. “Hal ini menjadi daya tarik investor untuk kembali memburu rupiah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Finance Corpindo, Edwin Sinaga menilai kenaikan rupiah hanya akibat faktor teknikal saja. Belum ada isu baru yang terdapat di pasar. Jadi bisa saja rupiah kembali tertekan apabila isu negatif dari eksternal muncul.
"Aksi lepas dolar AS masih berlanjut sehingga mendorong rupiah menguat. Tidak ada faktor lain yang mendorong kenaikan mata uang lokal itu," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah berencana melakukan penerbitan obligasi di luar negeri untuk mencari dana murah guna membantu RAPBN 2009, namun rencana itu belum dilakukan. “Rencana pemerintah itu merupakan isu positif yang juga akan memberikan dukungan terhadap pergerakan pasar uang domestik lebih lanjut,” katanya.
Terhadap mata uang lain, rupiah ditutup bervariasi. Rupiah melemah terhadap mata uang Singapura di level 6.473,46, melemah dari mata uang gabungan negara eropa pada level 13.495,12, tapi menguat terhadap dolar Australia di level 7.925,87. [E1/I4]
- Rupiah Kembali Terguncang
- Inilah Bank Agen Resmi Reksadana!
- Depkeu Lelang SUN Rp 3 T
- BNI Terintegrasi ke ATM Jepang
- Wah! Rupiah Tembus Rp 11.000 Lagi
- Tidak Jalankan PNPM, Tuntut Pemda
- Inilah Realisasi APBNP 2008!
- Wuih! KPK Usik Rekap Bank 1998
- Utang BLBI Tersisa Rp 200 T
- Bunga Bank Turun, Tinggal Tunggu
- Sssst! Menkeu dan BI Datangi KPK
- Wah! Temasek Rugi Besar di Merrill
- Menunggu Penurunan Bunga Bank
- Kasus Sarijaya tak Dongkrak DPK Bank
- 2009, Saatnya Bank Tambah Modal