

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada perdagangan valas Jumat (22/8) diperkirakan masih bergerak stabil di level 9.100-9.200 per dolar AS. Harga minyak dan pelemahan dolar masih menjadi indikator penguatan mata uang Indonesia ini.
Analis AM Capital Indonesia, Robin Setiawan melihat posisi rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini masih cenderung stabil. Rentang pergerakannya pun di kisaran sempit. “Rupiah hari ini akan berada di level 9.100-9.200 per dolar AS,” ujarnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (21/8).
Kalaupun terjadi pergerakan naik-turun, Robin mengganggap itu sebagai hal yang lumrah dialami sebuah mata uang dalam transaksi valas. ”Jika turun naiknya hanya beberapa poin, saya anggap biasa saja. Kecuali, jika rupiah sudah di atas 9.200 sampai 9.300. Atau mungkin, di bawah 9.000. Karena belum pernah terjadi hal itu,” tandasnya.
Sementara itu, sentimen yang menggerakkan rupiah hari ini, dinilainya masih sama seperti perdagangan kemarin, yaitu pelemahan mata uang dolar AS yang berpengaruh positif terhadap rupiah.
Pelemahan dolar AS tersebut dimanfaatkan investor untuk kembali membeli rupiah. Ia pun mengatakan bahwa potensi penguatan rupiah masih tetap ada, kendati kisarannya belum akan terlalu jauh, tidak akan menembus level 9.100 per dolar AS. “Potensi penguatan masih ada. Saya melihat masih di level 9.100-an,” jelasnya.
Sedangkan analis Integral Investama, Tony Mariano mengatakan, rupiah hari ini berpotensi menguat dengan adanya tren pelemahan dolar AS menyusul penguatan harga minyak.
Selain itu, keluarnya data ekonomi AS yang menunjukkan hasil buruk, serta angka inflasi AS yang mencapai 9,8%, tertinggi dalam 27 tahun terakhir, menjadi pemicu pelaku pasar untuk melepas dolar. “Pasar berekspektasi bahwa perlambatan ekonomi sedang terjadi,” ujarnya.
Lebih lanjut Tony mengatakan, sentimen penguatan rupiah hari ini berasal dari intervensi BI dengan cadangan devisanya dan masuknya dana ke instrumen investasi seperti SUN, ORI dan Sukuk. “Rupiah hari ini bergerak di kisaran 9.140-9.180 per dolar AS,”
Rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta, Kamis (21/8) menguat 8 poin ke level Rp 9.147 per dolar AS. Sedangkan terhadap mata uang asing lainnya, rupiah ditutup bervariasi. Rupiah terhadap dolar Singapura melemah di 6.478,66, naik atas dolar Hong Kong di 1.172,63 , menguat terhadap dolar Australia di 7.932,35 dan turun atas euro di 13.513,70. [E1/I4]
- Rupiah Kembali Terguncang
- Inilah Bank Agen Resmi Reksadana!
- Depkeu Lelang SUN Rp 3 T
- BNI Terintegrasi ke ATM Jepang
- Wah! Rupiah Tembus Rp 11.000 Lagi
- Tidak Jalankan PNPM, Tuntut Pemda
- Inilah Realisasi APBNP 2008!
- Wuih! KPK Usik Rekap Bank 1998
- Utang BLBI Tersisa Rp 200 T
- Bunga Bank Turun, Tinggal Tunggu
- Sssst! Menkeu dan BI Datangi KPK
- Wah! Temasek Rugi Besar di Merrill
- Menunggu Penurunan Bunga Bank
- Kasus Sarijaya tak Dongkrak DPK Bank
- 2009, Saatnya Bank Tambah Modal