
Siswa dari keluarga miskin dipastikan tidak dapat mengakses pendidikan secara layak. Pasalnya, anggaran pendidikan sesuai alokasi RAPBN 2009 hanya mencapai Rp 17 triliun.
Kordinator Gerakan Anti Kemiskinan Rakyat Indonesia (GAPRI), Abdul Ghafur, menyebutkan nominal anggaran pendidikan yang diterima setiap rumah tangga miskin hanya Rp 103,5 ribu per tahun atau Rp 8.622 per bulan. "Angka itu mengacu pada jumlah penduduk miskin di 2008 sebesar 34,96 juta," tukas Abdul Gafur, dalam diskusi mengenai nota keuangan RAPBN 2009, Jumat (22/8), di Jakarta.
Sementara anggaran yang diberikan dalam bentuk beasiswa bagi pendidikan siswa miskin hanya Rp 3,6 triliun.
Padahal alokasi anggaran terbesar di sektor pendidikan itu merupakan program Pemantapan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar yang Berkualitas. Khususnya bagi daerah yang pendidikannya tertinggal.
"Dengan dana itu,bagaimana mungkin orang miskin bisa mengakses pendidikan yang saat ini terbilang mahal," tegasnya.
- Bunga Acuan Inggris Bakal Terendah
- Penerimaan Negara 2009 Terkoreksi
- Ampun..Defisit Anggaran AS US$ 1,2 T
- Oow! Rupiah Melemah Tipis
- BI: 2009, Ekonomi Tumbuh 4%-5%
- Yes! Rupiah Menguat Tajam
- Asyik! Ada Celah BI Rate Turun Lagi
- BI: Ekonomi 2009 Tumbuh dari Pemilu
- BI: Inflasi 2009 Capai 5%-7%
- BI Rate Turun 50 Bps
- RDG BI Harusnya Pangkas BI Rate
- Keraguan Realisasi Dana Stimulus
- Fed: 2009 Ekonomi Kontraksi, Pulih 2010
- Hore! Rupiah Berhasil Terkoreksi
- Pemerintah Berharap BI Rate Turun