

(inilah.com/Subekti)
INILAH.COM, Beijing - RI dan China sepakat untuk mendorong penyelesaian Putaran Doha, yang pada 21-30 Juli silam di Jenewa, Swiss, gagal mencapai kesepakatan. Kesepahaman mempertemukan visi kedua negara guna menuntaskan Putaran Doha (Doha Development Agenda/DDA).
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, menegaskan kedua negara memiliki persamaan sikap soal kegagalan pertemuan Putaran Doha. Untuk itu, pemerintah kedua negara akan bersama-sama untuk mencari solusi terbaik bagi keberhasilan putaran itu.
"Bersama China kita akan mencari solusi terbaik dan mencari langkah-langkah yang konstruktif dengan mendorong secepatnya di bahas ke meja negosiasi," kata Mari, yang mendampingi kunjungan kenegaraan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Beijing, Minggu (24/8).
Dijelaskan, Indonesia meyakini sistem multilateral di bawah naungan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) bisa menciptakan kesetaraan dan keadilan bagi negara-negara berkembang.
Presiden kedua negara juga sudah mengadakan pembahasan terkait masalah tersebut. Kedua pemimpin negara ini berharap kmitmen bersama dari negara-negara berkembang untuk kembali menggelar perundingan.[*/L5]
- Bunga Acuan Inggris Bakal Terendah
- Penerimaan Negara 2009 Terkoreksi
- Ampun..Defisit Anggaran AS US$ 1,2 T
- Oow! Rupiah Melemah Tipis
- BI: 2009, Ekonomi Tumbuh 4%-5%
- Yes! Rupiah Menguat Tajam
- Asyik! Ada Celah BI Rate Turun Lagi
- BI: Ekonomi 2009 Tumbuh dari Pemilu
- BI: Inflasi 2009 Capai 5%-7%
- BI Rate Turun 50 Bps
- RDG BI Harusnya Pangkas BI Rate
- Keraguan Realisasi Dana Stimulus
- Fed: 2009 Ekonomi Kontraksi, Pulih 2010
- Hore! Rupiah Berhasil Terkoreksi
- Pemerintah Berharap BI Rate Turun