

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta – Di Olimpiade Beijing 2008 yang ditutup Minggu (24/8), emas paling diburu para kontestan. Di pasar komoditas, emas bikin cemas karena sulit diprediksi akibat volatilitas harga minyak mentah dan pergerakan dolar AS.
Ketua Asosiasi Pedagang Emas dan Permata Jeffrey Tumewa mengatakan, saat ini pergerakan harga emas di pasar internasional sulit diprediksi. Pasalnya, indikator pemicu volatilitas emas bukan hanya mata uang dolar AS, tapi juga fluktuasi ekonomi global.
"Emas adalah logam investasi yang cenderung stabil, tapi saat ini harganya sulit diprediksi karena dipengaruhi banyak faktor," kata Jeffrey.
Pada perdagangan Sabtu (23/8) dini hari waktu Indonesia, dolar AS ditutup menguat 0,8% terhadap mata uang utama lainnya. Hal ini menekan sebagian besar harga komoditas, termasuk emas.
Untuk kontrak Desember, harga emas terpantau turun $ 9.50 (1,1%) jadi $ 829.50 per ons. Harga emas sempat anjlok di kisaran US$ 772,98 per ounce pada 15 Agustus, level terendah sejak Oktober 2007.
Pada 2007, harga emas naik 43% dipengaruhi melemahnya dolar AS terhadap euro. Tahun ini, tepatnya 14 Maret 2008, harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di level US$ 1.002,9 per troy ounce.
Pergerakan dolar dan komoditas berkorelasi positif karena komoditas adalah salah satu instrumen investasi yang dijadikan sarana lindung nilai (hedging) para investor terhadap pelemahan mata uang dolar. Jika dolar melemah, harga komoditas naik. Begitu pula sebaliknya.
"Saat ini, pergerakan mata uang mayoritas belum menunjukkan posisi yang mapan, sedangkan harga komoditas masih fluktuatif terimbas sentimen geopolitik. Karenanya, harga emas pun belum bisa diprediksi," tutur Jeffrey.
Awal pekan ini, harga emas diperkirakan bakal melemah. Hal ini karena rilis sejumlah data makro ekonomi AS yang diperkirakan membaik dan membuat dolar AS menguat.
Kendati harga komoditas berada dalam tren melemah, beberapa kalangan meramalkan tingginya kebutuhan energi menjelang musim dingin akan memacu harga minyak mentah dunia. Alhasil, harga emas pun akan terapresiasi.
Di London, pasaran emas melemah seiring menguatnya dolar atas euro dan melunaknya harga minyak. Tapi, naiknya permintaan di sektor fisik memberi dukungan pada emas.
Para analis melihat, saat ini ada investor jangka panjang dan pendek. Permintaan dari para pemilik toko emas diperkirakan terus meningkat, sedangkan spekulan meninggalkan pasar.
Di Asia, harga emas menguat dan bertahan di kisaran tertinggi pada lebih dari sepekan terakhir. Hal ini terjadi karena investor mengalihkan dananya ke pasar emas seiring melemahnya dolar dan penguatan harga energi. Harga minyak pekan ini bertahan di kisaran US$ 121 per barel.
Di sektor fisik, para pemilik toko emas di Thailand melakukan profit-taking, tapi diimbangi pembelian dari konsumen lain. Hal ini menopang premium emas batangan tetap berada di atas US$ 1 dolar dari harga spot London di tengah berlanjutnya suplai yang cukup ketat.
Di Tokyo, kontrak benchmark April 2009 tercatat 2.932 yen per gram, naik 42 yen dari sebelumnya. Di Singapura, harga tercatat $ 835,50 per ounce, naik dari $ 832,40 pada penutupan di New York sebelumnya.
Pengamat emas Leo Hadi menilai, harga emas berpotensi naik secara perlahan dalam jangka waktu dekat dan menengah sebagai ekses dari kenaikan harga minyak mentah dunia.
Kendati melihat masih ada peluang berinvestasi di komoditas ini, Leo mengingatkan, risiko yang perlu diperhatikan para investor seperti tren pergerakan euro yang naik perlahan terhadap dolar AS.
Hal senada diungkapkan pakar investasi emas Muhaimin Iqbal. Menurutnya, untuk jangka waktu enam bulan ke depan harga emas cenderung naik. Ini disebabkan runtuhnya kepercayaan global terhadap kondisi perekonomian AS dan faktor geopolitik yang masih memanas.
Krisis keuangan di AS, kata Muhaimin, menyebabkan kepercayaan dunia terhadap dolar merosot. Apalagi, dua lembaga keuangan besar di Negeri Paman Sam, yaitu Fannie Mae dan Freddie Mac, terancam ambruk akibat harus menjamin separo dari US$ 12 triliun pasar mortgage. [I3]
- Asyik..PU Bisa Serap 1,1 Juta Pekerja
- Menhub: Tinggal Tarif Taksi tak Turun
- Tarif Angkutan Diumumkan Pekan Depan
- Ternyata Rakor Bahas Tarif Angkutan
- AirAsia Miliki Bandara Sendiri
- WIKA Raih Proyek Rp 240 M
- Infrastruktur Tumpuan Saat Krisis?
- Kadin: Sulit Buka Pasar Ekspor Baru
- RI Siap Ekspor 1 JutaTon Beras
- SBY Tantang Pengusaha Kompetitif
- Kiat Rizal Ramli Bantu Ekonomi Rakyat
- ADHI Garap Proyek Alihan Rp 9 T
- GM Pertanyakan Konsistensi RI
- Kawasan Perdagangan Bebas Dihapus
- Asyik! Harga Minyak Goreng Turun