Ekonomi
25/08/2008 - 08:14
Bakrie Telecom Makin Solid
Ibrahimsyah

(Ist)

INILAH.COM, Jakarta - Di tengah ketatnya kompetisi operator telekomunikasi, kinerja PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tampak makin solid. Itu terlihat dari pencapaian perseroan di semester I 2008. Jumlah pelanggan dan laba usaha terus tumbuh.

Jumlah pelanggan Bakrie Telecom di semester I 2008 meningkat hampir 1,5 kali lipat atau 141,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di semester I 2007, jumlah pelanggan BTEL 2,2 juta, di semester I 2008 naik jadi 5,4 juta. Di akhir 2007, jumlah pelanggan BTEL 3,8 juta. Artinya, terjadi pertumbuhan 42,2%.

Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Jastiro Abi mengatakan, pertumbuhan jumlah pelanggan yang cukup signifikan ini juga telah mendorong pencapaian positif kinerja keuangan perseroan.

Dari laporan keuangan per 30 Juni 2008, laba bersih perusahaan tumbuh 59,5%. Di semester I 2007, laba bersih Bakrie Telecom Rp 39,1 miliar, di periode yang sama tahun ini meningkat jadi Rp 62,4 miliar.

Pertumbuhan signifikan juga tercatat pada pendapatan bersih perseroan yang tumbuh 90,2 % dari 493,2 miliar pada semester I 2007 jadi 938,0 miliar di periode yang sama tahun ini.

Peningkatan tak jauh berbeda juga tampak pada pendapatan kotor perseroan yang melonjak 90,0%. Di kuartal I 2008, pendapatan kotor perseroan Rp 1.235,0 miliar. Di periode yang sama tahun ini pendapatan kotor perseroan masih Rp 650,1 miliar.

Sementara catatan EBITDA (Earnings Before Interest, Depreciation & Amortization) untuk kuartal I 2008 senilai Rp 341,3 miliar atau tumbuh 72,1% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang terbukukan Rp 198,4 miliar.

"Laju pertumbuhan pelanggan sesuai target. Laju ini bersifat eksponensial sebagai akibat dari kombinasi upaya untuk meningkatkan kualitas jaringan dan perluasan wilayah layanan. Juga berkat keberhasilan kami mengeluarkan paket-paket produk yang diminati masyarakat sehingga memperkuat posisi BTEL sebagai operator inovatif. Pertumbuhan pelanggan ini juga menghasilkan kinerja keuangan yang menggembirakan," papar Abi.

Di sisi jaringan, Bakrie Telecom telah mematangkan serangkaian aktivitas peningkatan kualitas jaringan dan sinyal di wilayah pengembangan baru seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera maupun di kota-kota yang telah lama dilayani Esia, Wifone & Wimode seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Peningkatan kualitas jaringan ini memberikan dampak positif terhadap tingkat call set up success ratio, penurunan tingkat putus hubungan (drop call), pengurangan wilayah blank spot, dan perbaikan wilayah cakupan (coverage).

Perkembangan positif lainnya diperlihatkan pula pada perluasan wilayah layanan. Di akhir 2007, terdapat 34 kota nasional yang telah dijangkau oleh fasilitas layanan telekomunikasi Bakrie Telecom. Selama semester I 2008, tercatat penambahan 13 kota lagi sehingga total yang dilayani Bakrie Telecom berjumlah 47 kota nasional.

"Ekspansi Bakrie Telecom telah meluas ke Pulau Kalimantan. Kami hadir di Banjarmasin, Banjar Baru, Martapura (Kalimantan Selatan), Balikpapan, dan Samarinda (Kalimantan Timur)," kata Abi.

Selain kota-kota besar, lanjut Abi, Bakrie Telecom juga merambah kota-kota yang lebih kecil seperti Salatiga, Jember, dan Klaten dengan mempertimbangkan potensi traffic percakapan telepon.

Selain pembenahan dan perluasan jaringan, diakui Abi pertumbuhan pelanggan juga dipacu oleh sukses Bakrie Telecom dalam memperkenalkan produk-produk barunya yang inovatif dan kampanye marketing yang mampu mempertajam brand image-nya di tengah masyarakat.

Produk bundling HP Esia dengan harga Rp 199 ribu dan Rp 299 ribu terbukti mampu menarik minat masyarakat sekaligus memperluas penetrasi telepon di Indonesia. Esia juga mampu menciptakan langkah revolusioner dengan menetapkan tarif SMS Rp 1 per karakter.

Soal pendanaan, Abi mengaku perseroan telah mempersiapkan hingga tiga tahun mendatang. Belanja modal perusahaan (capex) sampai 2010 disiapkan US$ 600 juta. Senilai Rp 3 triliun telah diperoleh melalui rights issue (penawaran umum terbatas) pada akhir kuartal I 2008 lalu. Sisanya digali dari i pendanaan internal. [I3]

KOMENTAR BERITA