
INILAH.COM, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT), Senin (25/8), akan merombak jajaran direksi dan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perombakan itu pasca masuknya Qatar Telecom (Qtel) menggantikan Singapore Technologies Telemedia (STT).
Pergantian wakil STT di ISAT itu diyakini dapat mengurangi tekanan publik terhadap perseroan. "Secara psikologis, penempatan wakil Qtel menggantikan STT di Indosat bisa mengurangi tekanan terhadap Indosat. Sesuai ketentuan Qtel memang berhak untuk mengadakan perombakan," ucap ekonomi Institute for Development of Economy and Finance (Indef), Aviliani, Senin (25/8), di Jakarta.
Perombakan direksi dan komisaris merupakan agenda tunggal RUPSLB hari ini. Pergantian itu dilakukan setelah Qtel pada Juni 2008 lalu mengambil alih 100% saham Indonesia Communication Limited (ICL) dari Asian Mobile Holding (AMH), anak perusahaan STT yang menguasai 40,8% (setara Rp 16,2 triliun) saham ISAT.
Perwakilan STT di ISAT adalah Kaizad B Heerjee (Deputi Presiden Direktur), Wong Heang Tuck (Direktur Keuangan), Roy Kanan (Direktur Information Technology), dan Raymond Tan (Direktur Network).
Adapun direksi ISAT yang mewakili pemerintah yakni Presiden Direktur Johnny Swandi Sjam, Wahyu Wijayadi (Direktur Corporate Services), Guntur S Siboro (Direktur Marketing), Fadzri Sentosa (Direktur Jabotabek & Corporate Sales), dan Syakieb Sungkar (Direktur Regional Sales).
Posisi komisaris Indosat dijabat Peter Seah Lim Huat (Komisaris Utama), dengan anggota komisaris Jarman, Rionald Silaban, Sio Tat Hiang, Sum Soon Lim, Sheikh Mohammed Bin Suhaim Hamad Al-Thani. Komisaris Independen dipegang Lim Ah Doo, Setyanto P. Santosa dan Soeprapto.[L5]
- Potensi ‘Upside’ di Saham Bank-CPO
- Tugu Pratama Siap Jual Saham
- Indeks BEI 'Fifty-Fifty', Komoditas 'Ngerem'
- Dow Keok, S&P dan Nasdaq Perkasa
- Bapepam Panggil Manajer Investasi
- WIKA Lanjutkan Program 'Buyback'
- Nasabah Sarijaya Minta Kejelasan 'Deadline' BEI
- WIKA Lanjutkan 'Buyback'
- Sarijaya Tawarkan Diri ke Sinar Mas
- BUMI Ikut Dorong IHSG Melemah
- Suspensi Sarijaya Akan Lama
- Bapepam Cekal Direksi Sarijaya
- 'Bluechips' Jatuhkan IHSG 18 Poin
- BUMI Akuisisi Pendopo Coal
- Qtel Belum Tentu Kuasai 65% ISAT