Ekonomi
25/08/2008 - 10:28
Gawat, Harga Elpiji Naik!
M Dindien Ridhotulloh

(inilah.com/Bayu Suta)

INILAH.COM, Jakarta – Pertamina mengaku tekor besar. Karenanya, harga jual elpiji 12 kilogram dinaikkan 9,5% mulai Senin (25/8) ini. Bahkan, bakal terus naik bertahap Rp 500 per kilogram setiap bulan sampai pas dengan harga keekonomian.

Kepala Humas Pertamina Wisnuntoro mengatakan, harga jual elpiji kemasan 12 kilogram naik 9,5% dari Rp 5.250 jadi Rp 5.750 per kilogram. Jadi, harga per tabung elpiji ukuran itu naik dari Rp 63.000 jadi Rp 69.000.

"Kenaikan harga jual elpiji perlu dilakukan karena Pertamina masih menanggung kerugian. Dengan kenaikan sekarang pun Pertamina masih rugi Rp 6,5 triliun per tahun," papar Wisnuntoro di Jakarta, Senin (25/8).

Kenaikan kali ini hanya berselang kurang dari dua bulan dari kebijakan serupa yang ditetapkan Pertamina. Sebelumnya, per 1 Juli 2008, harga elpiji 12 kilogram naik dari Rp 51.000 jadi Rp 63.000 per tabung atau dari Rp 4.250 jadi Rp 5.250 per kilogram.

Kenaikan, tampaknya, tak hanya berhenti sampai bulan ini. Sebab, Pertamina berencana menaikkan harga elpiji 12 kilogram senilai Rp 500 per bulan sampai harga keekonomiannya mencapai Rp 11.400 per kilogram.

Berdasarkan perhitungan Pertamina, di 2008 harga rata-rata elpiji di pasar internasional mengacu CP Aramco adalah US$ 858 per metrik ton atau harga keekonomian Rp 11.400 per kilogram.

Untuk harga jual elpiji kemasan 50 kilogram, Pertamina mengurangi diskon dari sebelumnya 15% jadi 10% atau dari harga Rp 6.878 jadi Rp 7.255 per kilogram. Karenanya, harga elpiji kemasan 50 kilogram per 25 Agustus 2008 naik dari Rp 343.900 jadi Rp 362.750 per tabung.

Berdasarkan pantauan INILAH.COM, di seputar Kota Tangerang, khususnya di Kecamatan Karawaci dan Cibodas, harga jual elpiji 12 kilogram sudah dijual melampaui harga baru yang ditetapkan Pertamina.

Di salah satu penyalur di Kawasan Perumnas Karawaci, harganya Rp 71.000 per tabung atau lebih tinggi Rp 2.000 dibandingkan harga baru resmi Pertamina, yakni Rp 69.000.

Sejumlah penyalur malah memilih tidak menjual elpiji menunggu perkembangan Senin (25/8) ini. Gerai Indomaret yang biasanya menjual elpiji 12 kilogram di wilayah itu, sejak tiga hari lalu menyatakan kehabisan stok.

Kalangan DPR sudah meminta pemerintah untuk segera mengusulkan subsidi harga elpiji 12 kilogram. Pasalnya, elpiji sudah jadi kebutuhan utama masyarakat.

"Pemberian subsidi negara ini akan mengatasi permasalahan elpiji saat ini. Jadi, elpiji 12 kilogram seharusnya mendapat subidi negara seperti kemasan 3 kilogram. Pemerintah bisa segera mengusulkannya ke DPR," kata Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto.

Jika negara tidak mensubsidi elpiji, perbedaan harga jual kemasan 12 kilogram dan 3 kilogram akan menyebabkan terjadinya peralihan besar-besaran sehingga mengganggu program konversi minyak tanah ke bahan bakar alternatif.

Pemerintah selama ini lepas tangan dalam urusan penentuan harga jual elpiji. Alasannya klasik, kenaikan elpiji merupakan kebijakan korporasi karena menyangkut biaya produksi dan kenaikan biaya distribusi.

Kenaikan harga jual elpiji ini jelas menambah berat beban masyarakat yang belum lepas dari deraan kenaikan harga-harga bahan pokok akibat lonjakan harga BBM bersubsidi. [I3]

KOMENTAR BERITA