Ekonomi
25/08/2008 - 16:09
ISAT Buy Back Obligasi US$ 550 Jt
Reni Herawati
Johnny Swandi Sjam(kiri)
(inilah.com/Bayu Suta)

INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Indosat Tbk (ISAT), Johnny Swandi Sjam, mengungkapkan perseroan mengalokasikan dana senilai US$ 550 juta untuk pembelian kembali (buy back) obligasi perseroan. Pelaksanaannya akan dilakukan pada 16 September 2008 mendatang.

"Proses ini dilakukan pasca pergantian pemegang saham kendali di ISAT setelah masuknya Qatar Telecom (Qtel) yang menggantikan posisi Singapore Technologies Telemedia (STT). Jadi bukan karena kita sedang membutuhkan anggaran untuk memperbesar anggaran belanja modal (capital expenditeur/Capex)," kata Johnny, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan, Senin (25/8), di Jakarta.

"Dana US$ 550 juta disiapkan jika semua pemegang obligasi perseroan siap menjual seluruhnya ke ISAT," ucap Johnny.

Dana buy back obligasi itu merupakan kombinasi dari pinjaman perbankan dan kas internal.

RUPSLB ISAT telah merombak susunan dewan komisaris perseroan. Masuknya Qtel menggantikan STT menjadi argumen perombakan perwakilan STT di perusahaan telekomunikasi tersebut.

Seperti dikabarkan, medio Juni 2008 lalu, Qtel telah mengambil alih 100% saham Indonesia Communication Limited (ICL) dari Asian Mobile Holding (AMH), anak perusahaan STT yang menguasai 40,8% (setara Rp 16,2 triliun) saham ISAT.[L5]

KOMENTAR BERITA