
INILAH.COM, Jakarta - Kebutuhan minyak solar pada 2009 diperkirakan naik sebesar 4% bila dibandingkan dengan realisasi volume penjualan jenis BBM tertentu pada 2008.
Hasil itu akibat kenaikan sektor transportasi karena kenaikan jumlah kendaraan bermotor dan kenaikan frekuensi penggunaan kendaraan akibat meningkatnya kegiatan ekonomi, kata Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam rapat dengar pendapat Ditjen Migas dengan Komisi VII DPR-RI di Jakarta, Kamis (28/8).
Dengan naiknya harga BBM non-subsidi di atas Rp 10.000 per liter, ujarnya, ada kecenderungan masyarakat kembali menggunakan BBM PSO jenis solar.
Kebutuhan volume solar meningkat, ujarnya, karena adanya hari-hari libur dan hari-hari besar nasional.
Penggunaan solar untuk kendaraan truk tambang, industri dan perkebunan meningkat akibat naiknya harga BBM non-subsidi di atas Rp 10,000 per liter. Akibatnya, ada kecenderungan kendaraan tersebut kembali menggunakan BBm PSo jenis solar.[L2]
- BBM Langka, Persaingan Bisnis?
- Wah! Minyak Merosot Lagi di US$ 41
- Harga BBM Turun Dibahas Malam Ini?
- Saling Tuding BBM Macet
- Pertamina Siap Beli Tuban Petro
- Pertamina Belum Putuskan Mitra Natuna
- Rio Tinto Tetap Tambang Nikel Sulawesi
- 2015, Produksi Batubara China Naik 30%
- UU No.21 'Lumpuhkan' Pertamina
- Harga Minyak Asia Bisa US$ 70
- Mantan Kapolri Jadi Komut Pertamina
- Stok Minyak Sekarang Juga!
- Komputerisasi Pertamina Menggiurkan
- Yes! Emas Hitam Asia Naik Tipis
- Akhirnya Minyak Rontok di US$ 42