

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Di tengah sejumlah isu aksi korporasi yang menimpa perseroan, Indosat mencatat kenaikan laba bersih sebesar 35% menjadi Rp 1,05 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 845,1 miliar.
Dirut Indosat Johnny Swandi Sjam mengatakan peningkatan laba bersih ditunjang oleh pendapatan usaha selular yang tumbuh 12% untuk periode yang berakhir 30 Juni 2008. Peningkatan sektor selular ini didorong oleh kenaikan jumlah pelanggan sebesar 62% menjadi 32,4 juta.
Komposisi pelanggan Indosat saat ini yakni 97,5% adalah pelanggan pra bayar dan 2,5% pelanggan pascabayar. Ia mengatakan dalam tingkat kompetisi yang tinggi, perseroan mampu mencapai kinerja semester I yang mantap dengan mendapatkan penambahan 8 juta pelanggan selular. Produk dan layanan perseroan diterima dengan baik oleh pasar.
Hal ini, lanjut dia, memberikan keyakinan kepada perseroan untuk meningkatkan target belanja modal menjadi US$1,4 miliar pada tahun ini.
Pengumuman kinerja itu disampaikan di tengah-tengah ketidakjelasan proses penambahan porsi saham menyusul masuknya Qatar Telecom Q.S.C (Qtel) yang membeli saham sebesar 40,8%.
Semula Qtel dan Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (STT) mencapai kesepakatan atas penjualan 40,8% saham STT di Indosat. Pembelian itu dilakukan melalui akuisisi atas Asia Mobile Holdings Pte. Ltd (AMH). Dalam struktur STT, Asia Mobile adalah pemilik Indonesia Communications Limietd (ICL) yang tercatat sebagai pemegang saham Indosat.
Untuk menambah kepemilikan, aturan yang berlaku di pasar modal mewajibkan Qtel untuk melakukan penawaran tender (tender offer) terhadap sisa saham yang dimiliki publik.
Proses penawaran tender menemui hambatan ketika Qtel diminta untuk mematuhi Perpres No. III/2007 mengenai Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.
Berdasarkan Perpres yang ditetapkan pada 27 Desember 2007 tentang Daftar Negatif Asing (DNI) itu, kepemilikan asing pada penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap (fixed line) ditetapkan maksimal 49% dan jaringan bergerak seperti seluler sebesar 65%.
Itu berarti Qtel boleh memiliki saham Indosat hingga 49%. Dengan batasan itu, Qtel hanya boleh menggelar penawaran tender terbatas untuk 8,19% saham publik yang tersisa.
Bersama mitra lokalnya, Rahmat Gobel yang juga adalah komisaris Indosat, Chairman of Board Qtel HE Sheikh Abdullah bin Mohammed bin Saud Al Thani menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta dukungan Perpres mengenai daftar negatif investasi seharusnya tidak berlaku terhadap perusahaan terbuka seperi PT Indosat Tbk.
Namun di pihak lain Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany tetap berkeras bahwa Qtel harus mentaati aturan DNI.
Sementara itu Grup Bakrie & Brothers terus menyatakan niatnya untuk membeli sebagian saham perusahaan telekomunikasi milik negara itu. Saat ini Indosat telah membangun 1.304 base transceiver station (BTS) baru yang menjadikan jumlahnya sampai 30 Juni 2008 menjadi 12.064 BTS tersebar di 33 provinsi dan 428 kabupaten di seluruh Indonesia.
Perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia pemilik merek Mentari, Matrix dan IM3 ini juga menambah 14 mobile switching center untuk meningkatkan kapasitas backbhone-nya.
Hingga siang ini harga saham Indosat tidak mengalami perubahan ketika diperdagangkan pada level Rp 6.000 per saham. Volume transaksi saham Indosat mencapai 2.729 lembar saham senilai Rp8,17 miliar dengan 102 kali berpindah tangan. [E1]
- Indeks BEI 'Fifty-Fifty', Komoditas 'Ngerem'
- Dow Keok, S&P dan Nasdaq Perkasa
- Bapepam Panggil Manajer Investasi
- WIKA Lanjutkan Program 'Buyback'
- Nasabah Sarijaya Minta Kejelasan 'Deadline' BEI
- WIKA Lanjutkan 'Buyback'
- Sarijaya Tawarkan Diri ke Sinar Mas
- BUMI Ikut Dorong IHSG Melemah
- Suspensi Sarijaya Akan Lama
- Bapepam Cekal Direksi Sarijaya
- 'Bluechips' Jatuhkan IHSG 18 Poin
- BUMI Akuisisi Pendopo Coal
- Qtel Belum Tentu Kuasai 65% ISAT
- Bukti Efek Sarijaya Diserahkan Pekan Depan
- Aturan Baru BEI, AB Lebih Terlindung?