

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Perusahaan selular terbesar kedua Indonesia, PT Indosat Tbk (ISAT), membidik 12 juga pengguna selular baru pada 2008.
Semula, Indosat menargetkan meraih 8 juta pelanggan hingga akhir tahun ini, namun ternyata target itu dicapai hanya dalam tempo enam bulan.
Hingga Juni, perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai Qatar Telecom itu berhasil menggaet 32,4 juta pelanggan, atau naik 62% dari periode yang sama 2007 yang sebanyak 20 juta.
“Meskipun dalam tingkat kompetisi yang tinggi, kami mengalami pencapaian semester I yang mantap dengan mendapatkan tambahan 8 juta pelanggan seluler. Sehingga kami menargetkan jumlah pelanggan baru tahun ini menjadi 12 juta pelanggan,” kata Johnny Swandi Sjam, Presiden Direktur Indosat saat paparan publik di Jakarta, Kamis (28/8).
Dengan peningkatan jumlah pelanggan itu, Johnny menilai produk dan layanan Indosat telah diterima dengan baik oleh pasar.
“Hal ini memberikan keyakinan kami untuk meningkatkan target belanja modal menjadi US$ 1,4 miliar tahun 2008,” tandasnya.
Industri selular tahun ini menargetkan jumlah pengguna telepon selular akan mencapai
angka 120 juta pelanggan dengan tambahan sekitar 30 juta pelanggan baru dari angka pelanggan selular 2007.
Kebijakan pemerintah terhadap operator selular untuk memangkas tarif dasar telepon selular belum lama ini, diharapkan akan memacu pertumbuhan pelanggan di industri.
Perusahaan selular terbesar di negri, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tahun
ini menargetkan tambahan pelanggan baru 7,5-10 juta. Hingga Juni 2008 Telkomsel
sudah meraih 50 juta pelanggan.
Sementara perusahaan selular terbesar ketiga, PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL)
menargetkan mencapai 26 juta pelanggan sampai akhir tahun nanti.
Hingga Juni, XL berhasil menjaring 22,9 juta pelanggan, melonjak tinggi dari posisi Juni 2007 yang baru mencapai 10,2 juta.[L2]
- Indeks BEI 'Fifty-Fifty', Komoditas 'Ngerem'
- Dow Keok, S&P dan Nasdaq Perkasa
- Bapepam Panggil Manajer Investasi
- WIKA Lanjutkan Program 'Buyback'
- Nasabah Sarijaya Minta Kejelasan 'Deadline' BEI
- WIKA Lanjutkan 'Buyback'
- Sarijaya Tawarkan Diri ke Sinar Mas
- BUMI Ikut Dorong IHSG Melemah
- Suspensi Sarijaya Akan Lama
- Bapepam Cekal Direksi Sarijaya
- 'Bluechips' Jatuhkan IHSG 18 Poin
- BUMI Akuisisi Pendopo Coal
- Qtel Belum Tentu Kuasai 65% ISAT
- Bukti Efek Sarijaya Diserahkan Pekan Depan
- Aturan Baru BEI, AB Lebih Terlindung?