Ekonomi
29/08/2008 - 05:58
Bakrie Ekspansif di Telekomunikasi
M Dindien Ridhotulloh

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Bakrie Grup kian ekspansif memanfaatkan ceruk besar pasar telekomunikasi. Selain mengincar PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN), Bakrie juga berniat menguasai 25% saham PT Indosat (ISAT).

Di tengah ketatnya persaingan di sektor telekomunikasi, Bakrie Grup berupa memperbesar pertumbuhan non organiknya dengan melirik perusahaan sejenis. Gencarnya ekspansi ini dilakukan mengingat pasar telekomunikasi di Tanah Air masih sangat besar.

Ciptadana Securities memaparkan, Grup Bakrie dikabarkan berniat menguasai 25% saham Indosat. Pembelian saham ISAT dapat dilaksanakan melalui penawaran tender atau mengumpulkan saham dari pasar.

“Dengan bersinergi, Bakrie Telecom bisa menjangkau area yang telah dilayani oleh Indosat,” papar Ciptadana, dalam risetnya, Kamis (28/8). Perusahaan itu masih menyarankan take profit untuk saham BTEL.

Penyedia jasa telepon FREN juga akan dijual secara bertahap pada Bakrie Telecom yang merupakan penyedia jasa telepon Esia. Manajemen PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang merupakan induk FREN menyatakan akan berkonsentrasi pada bisnis media.

Sebagai langkah awal, BHIT akan melepas 15,8% saham atau 3,19 miliar lembar saham FREN ke BTEL pada harga Rp 143 per saham dengan nilai Rp 457.4 miliar yang menyebabkan kepemilikan BHIT berkurang dari 66,8% menjadi 51%.

Kinerja FREN memang tengah merosot. Pada triwulan I 2008, perseroan membukukan kerugian Rp 22,3 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mampu membukukan laba Rp 26,07 miliar. Padahal pendapatan tercatat Rp 234 miliar, tumbuh 16,85% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 200,27 miliar.

Penyebab utamanya adalah peningkatan pos beban usaha yang menggerus perolehan laba usaha menjadi Rp 2,78 miliar atau anjlok 90,36% dari sebelumnya sebesar Rp 28,88 miliar. Pos beban usaha meningkat 33,78% menjadi Rp 207,36 miliar.

Akibatnya, laba sebelum pajak perseroan anjlok 642,2% menjadi minus alias rugi Rp 32,06 miliar. Periode yang sama tahun sebelumnya perseroan masih membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 5,91 miliar.

Sementara kinerja Indosat cukup baik. Laba bersih ISAT selama Januari-Juni 2008 mencapai Rp 1,055 triliun (Rp 194,3 per saham), naik 24,9% dibanding periode sama 2007 sebesar Rp 845,1 miliar (Rp 155,5 per saham).

Kenaikan laba ISAT ditopang pendapatan yang tumbuh 14,9% menjadi Rp 8,834 triliun dari Rp 7,69 triliun. Kenaikan laba Indosat per Juni 2008, juga ditunjang penurunan beban lain-lain 24,5% menjadi Rp 617 miliar dari sebelumnya Rp 828,3 miliar. Jumlah pelanggan Indosat hingga 30 Juni 2008 mencapai 32,4 juta, tumbuh 62,1% dibanding periode sama 2007 sebanyak 20 juta pelanggan.

Baik FREN maupun ISAT memiliki basis pelanggan yang kuat. Sehingga upaya melakukan pembelian saham terhadap FREN dan ISAT ini, bakal menggemukkan perolehan pelanggan dan pendapatan Bakrie Grup. Lewat Esia yang bergerak di kelas CDMA, BTEL hingga semester I sudah mencatat pelangan 4,.456 juta orang.

Jumlah pelanggan Bakrie melesat signifikan. Akhir tahun 2007 Bakrie baru memiliki pelanggan sebanyak 3,83 juta artinya bertumbuh hingga 15% dalam kurun waktu setengah tahun. Artinya di kelas CDMA, pelanggan Bakrie menduduki peringkat kedua setelah Telkom Flexi.

BTEL akan menganggarkan belanja modal (Capex ) sebesar US$ 600 juta. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah pelanggan menjadi 7 juta atau meningkat sekitar 16,67% dari saat ini. Dana capex 50% berasal dari right issue dan 25% dari internal perseroan sedangkan sisanya dari vendor financing.

KOMENTAR BERITA