
INILAH.COM, Jakarta - Setelah melorot hingga Rp 150 per lembar pada sekitar pukul 14:15 WIB, penurunan harga saham Bumi Resources (BUMI) mulai menipis pukul 15:00 WIB, Jumat (29/8).
Kini saham BUMI turun Rp 50 menjadi Rp 5.450 dengan volume perdagangan tercatat 140.727 lot senilai Rp 381,926,36 miliar. Nilai transaksi ini menjadi yang terbesar dalam perdagangan hari ini.
Melemahnya harga minyak pada awal perdagangan memaksa sejumlah saham tambang dan komoditas melemah, ditambah lagi dengan aksi ambil untung menyusul penguatan kemarin.
Namun, pada sesi kedua perdagangan, harga minyak mentah dunia di pasar Asia merangkak di kisaran US$ 117 per barel terkait dengan kecemasan akan serangan badai tropis Gustav terhadap fasilitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko.[L2]
- Bapepam Panggil Manajer Investasi
- WIKA Lanjutkan Program 'Buyback'
- Nasabah Sarijaya Minta Kejelasan 'Deadline' BEI
- WIKA Lanjutkan 'Buyback'
- Sarijaya Tawarkan Diri ke Sinar Mas
- BUMI Ikut Dorong IHSG Melemah
- Suspensi Sarijaya Akan Lama
- Bapepam Cekal Direksi Sarijaya
- 'Bluechips' Jatuhkan IHSG 18 Poin
- BUMI Akuisisi Pendopo Coal
- Qtel Belum Tentu Kuasai 65% ISAT
- Bukti Efek Sarijaya Diserahkan Pekan Depan
- Aturan Baru BEI, AB Lebih Terlindung?
- Obama Janjikan 'Overhaul' Wall Street
- BEI Tagih Bukti Nasabah Sarijaya