
INILAH.COM, Jakarta - Pencairan pinjaman luar negeri dari Jepang terkait climate change senilai US$ 300 juta segera terlaksana.
Realisasi pinjaman itu menyusul ditandatanganinya exchange note pinjaman antara RI-Jepang, Kamis (28/8), di Jepang. Tinggal menunggu penandatanganan perjanjian pinjaman (loan agreement).
Deputi Kemeneg PPN/Bappenas bidang Pendanaan Pembangunan,Lukita Dinarsyah Tuwo, mengatakan pinjaman tersebut merupakan bagian dari pinjaman program yang akan ditarik sebagai pembiayaan defisit anggaran 2008 sebesar 1,5-1,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Lukita mengutarakan, Jepang juga akan memberikan pinjaman untuk program pinjaman pembangunan (DPL) dan program infrastruktur masing-masing sebesar US$ 100 juta.
Keduanya menggunakan skema co-financing dengan program pertama dibiayai bersama Bank Dunia, dan program kedua dengan Bank Pembangunan Asia (ADB).
Dia menjelaskan, pemerintah Jepang lebih tertarik untuk memberikan bantuan pembiayaan mereka dalam bentuk pinjaman proyek daripada pinjaman program atau bahkan hibah. "Kalau pinjaman program memang tidak terlalu besar, sekitar US$ 500 juta," ujarnya.
Pinjaman yang diberikan akan memakai tingkat bunga 0,15% per tahun dengan masa pembayaran 15 tahun.[L5]
- Bunga Acuan Inggris Bakal Terendah
- Penerimaan Negara 2009 Terkoreksi
- Ampun..Defisit Anggaran AS US$ 1,2 T
- Oow! Rupiah Melemah Tipis
- BI: 2009, Ekonomi Tumbuh 4%-5%
- Yes! Rupiah Menguat Tajam
- Asyik! Ada Celah BI Rate Turun Lagi
- BI: Ekonomi 2009 Tumbuh dari Pemilu
- BI: Inflasi 2009 Capai 5%-7%
- BI Rate Turun 50 Bps
- RDG BI Harusnya Pangkas BI Rate
- Keraguan Realisasi Dana Stimulus
- Fed: 2009 Ekonomi Kontraksi, Pulih 2010
- Hore! Rupiah Berhasil Terkoreksi
- Pemerintah Berharap BI Rate Turun