WAWANCARA
INDEKS WAWANCARA
![]() | |
| Hendra Nugraha (inilah.com/vina) |
INILAH.COM, Jakarta – Berbagai pusat kebugaran bermunculan di setiap sudut kota besar untuk menjawab tingginya kesadaran berolahraga masyarakat modern. Salah satunya Celebrity Fitness (CF). Keuntungan pun di depan mata.
“Dengan total member minimal 3.000 orang, masing-masing outlet bisa break even point (BEP) paling tidak dalam tiga tahun. Nilai investasinya sekitar Rp 25 miliar untuk satu lokasi klub. Itu minimal,” kata Hendra Nugraha, Regional Marketing & Promotion Manager CF.
Berdiri lima tahun yang lalu, pusat kebugaran asli Indonesia, Celebrity Fitness, sudah berkembang dengan berbagai outlet yang tersebar di kawasan Asia. Yaitu 13 outlet di Indonesia, 4 di Malaysia, dan 1 di India.
Dengan komitmen untuk selalu memberikan yang terbaru, CF mengklaim sebagai market leader di bidangnya. Hal ini ditunjang penyediaan alat-alat dengan kualitas nomor satu, infrastruktur internasional dan trainer berlisensi khusus.
Saat ini CF sedang menjajaki kemungkinan untuk membugarkan pasar Asia Selatan dan Timur Tengah. Berikut wawancara Hendra Nugraha dengan INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Bagaimana bisnis fitness center di Indonesia?
Ketika kami datang pada 2003, pasar Indonesia baru terbuka matanya, bahwa fitness harus seperti ini. Jadi bisa dikatakan untuk industri fitness, kamilah pelopornya, baru setelah itu datang pemain lain. Tak hanya lokal, yang internasional pun mulai berpikir untuk masuk ke pasar Indonesia.
Bagaimana pertumbuhan CF sampai saat ini?
Berdasarkan AC Nielsen, sempat tertulis bahwa CF memang membuat tren. Namun yang membanggakan , lima tahun sejak berdiri. kami masih saja menjadi tren. Growth kami sangat bagus dan memuaskan. Dari tahun ke tahun tidak pernah mengalami kemunduran, malah meningkat terus dengan angka hingga 40% per tahunnya.
Member kami juga terus bertambah. Dengan total member minimal 3.000 orang, masing-masing outlet bisa break even point (BEP) paling tidak dalam waktu tiga tahun. Nilai investasinya sekitar Rp 25 miliar untuk satu lokasi klub. Itu minimal.
Untuk di EX (Plaza EX) anggotanya saja sudah mencapai 8.000 orang dan BEP dalam waktu 1,5 tahun. Di Indonesia, secara total membernya hampir 65.000 orang, itu jumlah yang luar biasa. Outletnya tersebar di Jakarta 10 lokasi, Surabaya 3 lokasi, Malaysia 4 lokasi, dan India 1 lokasi. Owner-nya orang Jakarta.
Apa keunggulan CF dibandingkan fitness center lain?
Kami memiliki alat-alat nomor satu, infrastruktur internasional, berada di pusat perbelanjaan, dengan harga yang reasonable. Ini yang benar-benar ditunggu oleh masyarakat. Tapi yang jelas, kita masih market leader.
Selain itu, trainer kami punya lisensi khusus. Sebelum menjadi trainer mereka harus menjalani pelatihan khusus dulu di Celebrity Fitness University. Kami sekolahkan mereka dulu, yang mau jadi personal trainer harus lulus pelatihan selama tiga bulan.
Berapa biaya menjadi anggota dan apa produk unggulan apa yang ditawarkan?
Seperti biasa, untuk mengikuti semua kegiatan CF, harus menjadi member dulu, cukup dengan Rp 495.000 per bulan. Untuk produk unggula, biasanya yang terbaru, menjadi unggulan kami.
Kalau saat ini Power Jump, maka inilah yang akan kami gembor-gemborkan. Kami pertama di Asia yang membeli lisensi Power Jump ini langsung dari Brazil. Soalnya, Power Jump ini membutuhkan biaya karena menggunakan alat, yakni trampolin mini untuk satu orang.
Sebelum Power Jump, yang menjadi unggulan adalah berbagai macam kelas yoga. Ada Body Combat, semacam martial arts seperti Capoeira dan Taichi. Untuk dance, ada salsa, latin, hip hop, dan lainnya. Kami juga mempunyai instruktur asal India. Meskipun salah satu core business-nya adalah kelas-kelas, kami juga menyewakan alat-alat berat untuk olahraga.
Kendala di bisnis ini seperti apa?
Sebenarnya lebih kepada kepedulian masyarakat. Kami ingin meningkatkan awareness mengenai kesehatan dengan mengajak mereka hidup sehat. Olahraga kan bisa dilakukan sambil menikmati musik-musik seru.
Rencana ekspansi ke depannya?
Hingga akhir 2008, rencananya kami akan fokus pada pemasaran Power Jump. Kami tidak pernah menerapkan target, yang penting sebanyak mungkin. Nanti kalau pakai target, ketika sudah tercapai, maka akan puas dan berdiam diri. Jadi kami jalani semaksimal mungkin.
Mengenai ekspansi, kami masih melirik pasar Asia Selatan dan mungkin akan merambah ke Timur Tengah. Mudah-mudahan bisa segera diwujudkan. Tetapi sementara ini, ke depannya kami masih akan fokus di Power Jump saja dulu. [E2/E1]
[ Kirim ke teman ]