Jumat, 21 November 2008
Wawancara - Ekonomi
  WAWANCARA
  INDEKS WAWANCARA
01/09/2008 00:01
“Tiket KA Online Cepat Ludes”
Ahmad Sujadi
Malikul Kusno

INILAH.COM, Jakarta – PT Kereta Api (KA) mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama mudik Lebaran. Per hari Minggu (31/8), PT KA menambah tiket kereta kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi yang dijual mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

Menurut Kepala Humas PT KA Daop I Ahmad Sujadi, seluruh kereta tambahan akan berangkat dari Jakarta pada 21-30 September 2008. Tiket kereta tambahan tersebut dapat dipesan sebelum tanggal keberangkatan, kecuali tiket kereta api ekonomi yang akan dijual sesaat sebelum waktu keberangkatan.

Untuk sementara ini, tiket kereta api tambahan yang dijual adalah kereta api kelas eksekutif seperti KA Gajayana jurusan Malang, KA Argo Lawu II jurusan Solo, KA Kamandanu jurusan Semarang, dan KA Cirebon Express jurusan Cirebon.

Sementara untuk kelas ekonomi yang berangkat dari stasiun Pasar Senen, yakni KA Senja Utama Solo jurusan Solo, KA Sawunggaling jurusan Kutoarjo dan KA Kertajaya jurusan Surabaya.

Untuk mengulas lebih jauh tentang kereta api tambahan Lebaran, INILAH.COM mewawancarai Kepala Humas PT KA Daop I Ahmad Sujadi di Statiun Gambir, Jakarta, Minggu (31/8).

Bagaimana persiapan PT KA memasuki bulan Ramadhan?

Begini, setiap hari kami menjalankan kereta api reguler sebanyak 53 perjalanan, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, pada lebaran mendatang kami berencana menambah 11 perjalanan lagi.

Mulai hari ini kami telah menambah kereta api kelas eksekutif seperti Gajayana, Argo Lawu, Cirebon Express, Kamandanu. Sementara untuk kelas ekonomi yang berangkat dari stasiun Pasar Senen ada Senja Utama, Sawunggaling dan Kertajaya.

Masih ada rencana penambahan kereta lagi mengingat jumlah penumpang bakal terus bertambah?

Kami mengusulkan untuk Gajayana, Sembrani dan AgroAnggrek. Namun, hingga saat ini belum keluar ijin tambahannya. Dari tiga kereta itu kami mengusulkan 400 tempat duduk untuk satu perjalanan. Hingga kini masih dirapatkan. Mudah-mudahan pekan ini sudah ada keputusan sehingga bisa langung menjualnya dan lokomotifnya tersedia.

Berapa tingkat yang sudah terjual?

Hari ini kami melepas 12.040 tiket yang dipesan sejak pukul tujuh pagi. Hasil checking, tiket yang terjual mencapai 40%. Kami mengharapkan masyarakat yang belum mendapatkan tiket, bisa membelinya hingga pukul 21.30 atau besok pagi sampai sore hari. Untuk keberangkatan 21 hingga 24 September kemungkinan masih ada stoknya. Tapi, untuk 25 hingga 30 sudah tidak ada lagi.

Bagaimana dengan penanganan tiket ekonomi?

Saya kira kelas ekonomi sangat praktis. Masyarakat datang saja ke statiun Tanah Abang, Pasar Senen dan Kota. Kemudian membeli tiket karena sudah tersedia. Jika telah sesuai jadwal keberangkatannya pasti kereta api akan langsung berangkat. Intinya, kelas ekonomi itu sangat praktis untuk penjualan tiket dan keberangkatan.

Sampai sejauh mana pelaksanaan tiket online?

Di Pulau Jawa ini ada 80 tempat, masing-masing memiliki sedikitnya tiga buah komputer. Sehingga ada 240 titik komputer yang bisa mengakses tiket secara online. Hal inilah yang acapkali mengakibatkan tiket cepat habis.

Meskipun orangnya di Jakarta, tapi orang di Madiun, Jember atau di Surabaya bisa mengambil tiketnya. Sehingga pada hari Selasa lalu, kereta api Gajayana mendapat rekor penjualan tercepat. Dalam hitungan tiga menit 19 detik tiket telah habis terjual.

Apakah sistem online akan dikembangkan?

Kami akan melakukan evaluasi, apakah sistem ini terus dipakai di Jakarta, kemudian di daerah lain di back up. Karena kasihan bagi orang yang sudah capek antri tidak mendapatkan tiket. Sedangkan orang di Malang sudah mendapatkan tiket dengan cara pemesanan sistem online.

Bagaimana dengan pencaloan yang masih marak terjadi?

Mulai kemarin kami telah mentertibkan dan melakukan tindakan tegas terhadap calo tiket. Hari ini telah ditangkap satu orang calo dan akan diproses sesuai UU No 23 Tahun 2007 tentang perkerataapian. Hukuman maksimalnya enam bulan penjara.

Sebenarnya tahun lalu kami pernah menangkap tujuh orang calo. Namun, belum bisa dikenakan sanksi dan diproses secara hukum karena sosialisasi UU belum dilakukan.

Tadi ketika saya berdiskusi di salah satu stasiun televisi, salah satu nara sumbernya adalah calo tiket kereta api. Namanya Edi dan dia telah menjadi calon sejak 1983. Saya langsung minta polisi menangkapnya.

Apalagi ia mengaku telah bekerjasama dengan orang dalam pada setiap aksinya. Makanya dia akan ditangkap untuk membuktikan orang dalam yang selama ini mendukung Edi.

Selama ini apa yang dilakukan PT KA dalam mencegah percaloan?

Pencegahan telah kami lakukan dengan menerapkan pemesanan tiket menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setiap penumpang yang ingin memesan tiket harus memperlihatkan KTP kepada petugas loket. Satu pengantri maksimal hanya diperbolehkan membeli tiket untuk 4 penumpang yang dicetak dalam 1 lembar tiket. [E2/E1]

Tags : ahmad sujadi, lebaran, kereta api

BERITA TERKAIT
load in : 0.005136013 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com