

(istimewa)
INILAH.COM, Perth - Harga minyak mentah dunia, Senin (1/9), naik hampir US$ 2 menjadi US$ 117 per barel setelah sejumlah perusahaan minyak AS menutup fasilitas produksi minyak mereka sebagai antisipasi serangan badai Gustav.
Badai tropis itu diperkirakan masuk dalam kategori 3 Senin ini waktu setempat dengan membawa angin sekitar 200 km/jam ketika memasuki pantai Louisiana, di sebelah barat New Orleans.
Lebih dari 96% produksi minyak di Teluk Meksiko dan 82% produksi gas alam ditutup sejak Minggu sore. Secara normal produksi minyak dari fasilitas di Teluk Meksiko tercatat 25% dari total produksi minyak AS, sementara untuk gas alam sekitar 15%.
Harga minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Oktober naik US$ 1,75 menjadi US$ 117,21 per barel setelah sempat menyentuh level US$ 118,60 di awal perdagangan.
Sementara harga minyak mentah jenis Brent naik US$ 1,43 menjadi US$ 115,48 per barel.[L2]
- Wah! Minyak Merosot Lagi di US$ 41
- Harga BBM Turun Dibahas Malam Ini?
- Saling Tuding BBM Macet
- Pertamina Siap Beli Tuban Petro
- Pertamina Belum Putuskan Mitra Natuna
- Rio Tinto Tetap Tambang Nikel Sulawesi
- 2015, Produksi Batubara China Naik 30%
- UU No.21 'Lumpuhkan' Pertamina
- Harga Minyak Asia Bisa US$ 70
- Mantan Kapolri Jadi Komut Pertamina
- Stok Minyak Sekarang Juga!
- Komputerisasi Pertamina Menggiurkan
- Yes! Emas Hitam Asia Naik Tipis
- Akhirnya Minyak Rontok di US$ 42
- Komputerisasi Pertamina Dipaksakan