Ekonomi
01/09/2008 - 18:14
Harga CPO Dipanteng US$ 600

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Praktisi industri perkebunan memperkirakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) akan parkir di angka US$ 600 per ton. Sehingga, perusahaan perkebunan masih memiliki prospektif keuntungan.

"Ketika harga CPO di pasar internasional turun, perusahaan perkebunan tetap bisa mendapatkan untung," kata Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), Ambono Janurianto, Senin (1/9), di Jakarta.

Malah, diperkirakan harga CPO di rentang US$ 800-900 per ton. Pasalnya, permintaan pasar terhadap CPO masih stabil. (UNSP) merupakan perusahaan perkebunan yang mengandalkan pendapatan sebesar 80,06% dari CPO dan sisanya sebesar 19,94% dari karet.

Sepanjang semester I 2006 penjualan bersih kedua komoditas tersebut mencapai Rp 1,580 triliun, meningkat 140% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 638 miliar. Pada periode tersebut UNSP membukukan laba bersih sebesar Rp 326,446 miliar atau melonjak 335% dibanding periode tahun sebelumnya yakni Rp 75,025 miliar.

Ambono mengakui, kinerja semester pertama tahun ini ditopang oleh melonjaknya harga CPO internasional pada tahun lalu sampai enam bulan pertama tahun ini. Pada semester I tahun lalu pendapatan UNSP dari penjualan CPO mencapai Rp 423 miliar dan melonjak 184% pada semester I 2008 yang mencapai Rp 1,201 triliun.

"Semester pertama 2008 kami menjual CPO sebesar 125,8 ribu ton naik dibandingkan semester pertama 2007 yang hanya 72,7 ribu ton," ujar Ambono.[L5]

KOMENTAR BERITA