Ekonomi
01/09/2008 - 20:19
Fahmi: Bulog Tangani Tata Niaga Gula
Fahmi Idris
(inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Departemen Perindustrian (Depperin) mengusulkan tata niaga gula mengikuti model tata niaga beras. Untuk itu, Perum Bulog harus dilibatkan dalam mengelola produksi gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

"Itu merupakan salah satu usulan Depperin selain restrukturisasi pabrik gula guna meningkatkan kualitas gula PTPN," kata Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, di sela rapat koordinasi terbatas tentang pergulaan di kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (1/9).

Fahmi meyakini, Perum Bulog dapat menjaga harga gula agar tidak jatuh ketika stok berlebihan seperti fungsinya dalam menahan harga gabah petani saat panen padi.

"Saat ini stok gula sangat banyak. Tapi, harga gula jatuh sehingga merisaukan petani dan produsen," tandasnya.

Harga tender gula oleh PTPN di bawah Harga Patokan Pembelian (HPP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 5.000 per kg.

Stok gula hingga akhir Mei 2008 sebesar 775.557 ton yang terdiri dari gula kristal putih sebesar 571. 800 ton dan rafinasi sebesar 203.737. "Akhir Agustus lebih kurang sama sehingga stok akhir 2008 lebih tinggi dari awal 2008," tuturnya.

Stok gula nasional diperkirakan mencapai 1,2 juta ton pada awal 2009. Padahal, idealnya stok tersebut hanya 660.000 ton untuk kebutuhan tiga bulan pertama 2009.

"Masalah lainnya adalah kenapa gula di PTPN tidak ada yang membeli? Ini masalah kualitasnya. Pabrik gula kita ada yang ICUMSA-nya (tingkat warna gula) 600, warnanya sampai coklat, sedangkan konsumen inginnya yang warna putih," jelasnya.

Oleh karena itu, Depperin mengusulkan restrukturisasi kebun tebu dan pabrik gula PTPN sehingga pada 2014 tidak perlu lagi impor gula kristal putih maupun gula kasar (raw sugar) untuk industri gula rafinasi.[L5]

KOMENTAR BERITA