

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Pelaku pasar optimistis laju inflasi Agustus yang terkendali memberi peluang bagi Bank Indonesia menahan laju suku bunga acuan (BI Rate).
"Bunga acauan bisa ditahan. Kecuali, jika BI lebih ingin memastikan kecukupan likuiditas di pasar akibat tingginya pertumbuhan kredit dan turunnya rasio dana pihak ketiga di perbankan," kata Kepala Riset Recapital Securities, Poltak Hotradero, Senin (1/9), di Jakarta.
Menurut dia, tingkat inflasi Agustus itu bagus dan terkendali, sehingga dalam rapat dewan gubernur BI mendatang kemungkinan akan ada split decision (keputusan yang tidak mutlak) antara menaikkan atau menahan tingkat suku bunga acuan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada Agustus sebesar 0,51%, sementara inflasi Januari-Agustus mencapai 9,40%, dan inflasi year on year 11,85%.
Saat ini, BI rate bertengger di level 9% dan target BI rate pada akhir tahun adalah 9,5%.
Namun, katanya, laju pertumbuhan kredit hingga akhir Agustus hampir 35% dan diikuti oleh penurunan rasio dana pihak ketiga (DPK) bisa saja membuat BI mengambil kebijakan lainnya.
"Pilihannya antara menaikkan BI rate atau menaikkan GWM (Giro Wajib Minimum-red) untuk menarik likuiditas lagi ke perbankan," pungkasnya.[L5]
- Bunga Acuan Inggris Bakal Terendah
- Penerimaan Negara 2009 Terkoreksi
- Ampun..Defisit Anggaran AS US$ 1,2 T
- Oow! Rupiah Melemah Tipis
- BI: 2009, Ekonomi Tumbuh 4%-5%
- Yes! Rupiah Menguat Tajam
- Asyik! Ada Celah BI Rate Turun Lagi
- BI: Ekonomi 2009 Tumbuh dari Pemilu
- BI: Inflasi 2009 Capai 5%-7%
- BI Rate Turun 50 Bps
- RDG BI Harusnya Pangkas BI Rate
- Keraguan Realisasi Dana Stimulus
- Fed: 2009 Ekonomi Kontraksi, Pulih 2010
- Hore! Rupiah Berhasil Terkoreksi
- Pemerintah Berharap BI Rate Turun