
INILAH.COM, London - Harga minyak anjlok lebih dari US$ 4 per barel, Senin (1/9), setelah badai Gustav tak terlalu membahayakan fasilitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko menyusul melemahnya kekuatan badai itu ketika menyentuh pantai Louisiana.
Gustav, yang sebelumnya membuat lebih dari seperempat kapasitas pengilangan minyak AS ditutup, akhirnya melemah menjadi kategori 2 sebelum menerjang pantai di dekat pelabuhan Fourchon, Louisiana, pelabuhan penting yang mendukung logistik 75% operasional pengeboran minyak lepas pantai di Teluk Meksiko.
Melemahnya kekuatan Gustav itu membuat harga minyak mentah turun US$ 4,24 menjadi US$ 111,22 per barrel.
Sementara harga minyak mentah jenis Brent melorot US$ 4,64 menjadi US$ 109,41 per barrel.
"Sepertinya Gustav tidak menjadi badai yang begitu menakutkan yang telah membuat gusar pasar," kata Phil Flynn dari Alaron Trading di Chicago.
Sementara itu, perdagangan di lantai bursa tutup karena libur untuk memperingati Hari Buruh (Labor Day).[L2]
- Wah! Minyak Merosot Lagi di US$ 41
- Harga BBM Turun Dibahas Malam Ini?
- Saling Tuding BBM Macet
- Pertamina Siap Beli Tuban Petro
- Pertamina Belum Putuskan Mitra Natuna
- Rio Tinto Tetap Tambang Nikel Sulawesi
- 2015, Produksi Batubara China Naik 30%
- UU No.21 'Lumpuhkan' Pertamina
- Harga Minyak Asia Bisa US$ 70
- Mantan Kapolri Jadi Komut Pertamina
- Stok Minyak Sekarang Juga!
- Komputerisasi Pertamina Menggiurkan
- Yes! Emas Hitam Asia Naik Tipis
- Akhirnya Minyak Rontok di US$ 42
- Komputerisasi Pertamina Dipaksakan