Ekonomi
02/09/2008 - 10:20
Ekspor Nikel Nanjak, Kakao Anjlok
Suriani

INILAH.COM, Makassar - Nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Juli 2008 mencapai US$ 422,140 juta, atau mengalami peningkatan sebesar 433,18% dari Juni lalu yang mencapai US$ 79,174 juta.

Sementara jika dibandingkan dengan kinerja Juli 2007, nilai ekspor itu meningkat 51,01%.

Data resmi BPS Sulsel pada Senin (1/9), menyebutkan secara komulatif nilai ekspor Sulsel Januari-Juli 2008 mencapai US$ 146,165 juta. Angka ini menurun 20,12% dari periode yang sama 2007, yaitu US$ 357,223 juta.

Dari 10 kelompok komoditas utama Sulsel, peningkatan ekspor terbesar selama Juli 2008 terhadap Juni 2008 terjadi pada kelompok komoditas nikel, yang naik US$ 357,223 juta. Sementara penurunan dialami komoditas kakao, yang anjlok US$ 15,314 juta.

Kepala Biro Pusat Statistik Sulsel, Bambang Suprijanto, di Makassar, Senin (1/9), mengatakan tingginya nilai ekspor nikel karena meningkatnya jumlah permintaan dari Jepang.

Sedangkan ekspor kakao menurun akibat merebaknya penyakit hama yang menyerang sentra-sentra kakao di Sulsel dan Sulbar.

Selama periode Januari-Juli 2008, Jepang masih merupakan negara tujuan ekspor terbesar

dengan nilai US$ 1.071,253 (73,11%). Komoditas yang paling diminati Negeri Sakura itu antara lain, nikel, kayu, barang dari kayu, serta ikan dan udang, yang masing-masing sebesar 95,67%, 2,30% dan 1,64%.

Amerika Serikat dan Malaysia, menempati urutan kedua dari sisi nilai ekspor, namun kedua negara itu merupakan tujuan utama ekspor kakao.[L2]

KOMENTAR BERITA