
INILAH.COM, Makassar - Nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Juli 2008 mencapai US$ 422,140 juta, atau mengalami peningkatan sebesar 433,18% dari Juni lalu yang mencapai US$ 79,174 juta.
Sementara jika dibandingkan dengan kinerja Juli 2007, nilai ekspor itu meningkat 51,01%.
Data resmi BPS Sulsel pada Senin (1/9), menyebutkan secara komulatif nilai ekspor Sulsel Januari-Juli 2008 mencapai US$ 146,165 juta. Angka ini menurun 20,12% dari periode yang sama 2007, yaitu US$ 357,223 juta.
Dari 10 kelompok komoditas utama Sulsel, peningkatan ekspor terbesar selama Juli 2008 terhadap Juni 2008 terjadi pada kelompok komoditas nikel, yang naik US$ 357,223 juta. Sementara penurunan dialami komoditas kakao, yang anjlok US$ 15,314 juta.
Kepala Biro Pusat Statistik Sulsel, Bambang Suprijanto, di Makassar, Senin (1/9), mengatakan tingginya nilai ekspor nikel karena meningkatnya jumlah permintaan dari Jepang.
Sedangkan ekspor kakao menurun akibat merebaknya penyakit hama yang menyerang sentra-sentra kakao di Sulsel dan Sulbar.
Selama periode Januari-Juli 2008, Jepang masih merupakan negara tujuan ekspor terbesar
dengan nilai US$ 1.071,253 (73,11%). Komoditas yang paling diminati Negeri Sakura itu antara lain, nikel, kayu, barang dari kayu, serta ikan dan udang, yang masing-masing sebesar 95,67%, 2,30% dan 1,64%.
Amerika Serikat dan Malaysia, menempati urutan kedua dari sisi nilai ekspor, namun kedua negara itu merupakan tujuan utama ekspor kakao.[L2]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Nasib Semen Kupang Terkatung-katung
- Asyik..PU Bisa Serap 1,1 Juta Pekerja
- Menhub: Tinggal Tarif Taksi tak Turun
- Tarif Angkutan Diumumkan Pekan Depan
- Ternyata Rakor Bahas Tarif Angkutan
- AirAsia Miliki Bandara Sendiri
- WIKA Raih Proyek Rp 240 M
- Infrastruktur Tumpuan Saat Krisis?
- Kadin: Sulit Buka Pasar Ekspor Baru
- RI Siap Ekspor 1 JutaTon Beras
- SBY Tantang Pengusaha Kompetitif
- Kiat Rizal Ramli Bantu Ekonomi Rakyat
- ADHI Garap Proyek Alihan Rp 9 T
- GM Pertanyakan Konsistensi RI
- Kawasan Perdagangan Bebas Dihapus