

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Menghadapi tekanan akibat penurunan harga minyak mentah dunia, saham-saham sektor tambang dan komoditas tak ada satupun yang menghijau pada perdagangan Selasa ini (2/9).
Saham Indo Tambangraya (ITMG) mengalami kejatuhan terdalam sebesar Rp 600 per saham menjadi Rp 27.000. Volume perdagangan ITMG tercatat 420 lot senilai Rp 5,742,55 miliar.
Namun, untuk urusan nilai perdagangan masih tetap dipegang saham Bumi Resources (BUMI), baik saat mengalami penguatan maupun ketika melemah.
Hingga menjelang akhir perdagangan sesi pertama hari ini, saham BUMI melorot Rp 200 menjadi Rp 5.100. Volume perdagangan tercatat 137.808 lot senilai Rp 347,493,09 miliar.
Coba bandingkan dengan nilai transaksi terbesar kedua yang dipegang Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) yang hanya Rp 89,249,19 miliar dari volume perdagangan 153.822 lot.
Siang ini saham UNSP melemah Rp 40 menjadi Rp 1.130.[L2]
- Bapepam Panggil Manajer Investasi
- WIKA Lanjutkan Program 'Buyback'
- Nasabah Sarijaya Minta Kejelasan 'Deadline' BEI
- WIKA Lanjutkan 'Buyback'
- Sarijaya Tawarkan Diri ke Sinar Mas
- BUMI Ikut Dorong IHSG Melemah
- Suspensi Sarijaya Akan Lama
- Bapepam Cekal Direksi Sarijaya
- 'Bluechips' Jatuhkan IHSG 18 Poin
- BUMI Akuisisi Pendopo Coal
- Qtel Belum Tentu Kuasai 65% ISAT
- Bukti Efek Sarijaya Diserahkan Pekan Depan
- Aturan Baru BEI, AB Lebih Terlindung?
- Obama Janjikan 'Overhaul' Wall Street
- BEI Tagih Bukti Nasabah Sarijaya