Jumat, 21 November 2008
Ekonomi - Pasar Modal
  BERITA
  INDEKS BERITA
05/09/2008 15:14
Gali Tutup Lubang Anak Adaro
Ibrahimsyah
 

(istimewa)
 

INILAH.COM, Jakarta – PT Saptarindra Sejati, anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk, mengantongi pinjaman sindikasi US$ 300 juta. Sebagian besar digunakan untuk menutup utang. Ya, gagal IPO membuat mereka gali lubang tutup lubang.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Adaro, Andre Johannes Mamuaya menjelaskan Saptaindra meraih pinjaman dari tujuh bank asing dan dua bank lokal. Apa boleh buat, pinjaman itu takkan terlalu signifikan mendongkrak kinerja perusahaan.

Bank asing pemberi pinjaman itu adalah Australia New Zealand Banking Group Ltd Caylon, Standard Chartered Bank, DBS Bank Ltd, Sumitomo Mitsui Banking Corp, United Overseas Bank Ltd, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd cabang Singapura, Oversea-Chinese Banking Corp Ltd. Dua bank lokal yang ikut terlibat yakni PT Bank Ekspor Indonesia dan PT Bank Mandiri Tbk cabang Singapura.

Andre mengatakan bunga pinjaman senilai US$300 juta atau Rp2,74 triliun (asumsi US$1=Rp9.150) itu terdapat dalam dua skema. Ada yang menggunakan 260 basis poin di atas London interbank offered rate (Libor) dan 270 basis poin di atas Libor.

Namun, perjanjian pinjaman juga menyatakan margin dari tingkat suku bunga tersebut dapat berubah sesuai dengan rasio total pinjaman berbanding laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (earning before interest, tax, depreciation, and amortization/EBITDA).

Sebelumnya, Andre mengatakan bunga pinjaman itu lebih rendah sekitar 55-65 basis poin dibandingkan dengan komitmen awal pinjaman yang sebesar 3,25% di atas Libor.

Dia menjelaskan utang bank tersebut akan digunakan oleh Saptaindra untuk membiayai kembali sebagian utangnya senilai US$200 juta kepada PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, dan PT Bank Ekspor Indonesia. Gali lubang tutup lubang.

Menurut Andre, perseroan semula berencana mencari dana segar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tahun ini. Namun, waktu pelaksanaan bersamaan dengan IPO Adaro Energy, sehingga IPO Saptaindra ditunda menjadi semester II/2009. Akibatnya, kebutuhan pendanaan itu dipenuhi dari pinjaman bank.

IPO Saptaindra direncanakan sejak 2007. Waktu itu, perusahaan tersebut menunjuk dua penjamin pelaksana emisi yakni PT Danareksa Sekuritas dan PT BNP Paribas. Jumlah dana yang akan diraup dari IPO mencapai US$300 juta-US$350 juta.

Berdasarkan prospektus IPO Adaro Energy disebutkan pemegang saham Saptaindra adalah Adaro Energy sebesar 85,92% dan selebihnya dimiliki oleh Joyce Corner International Ltd sebanyak 14,08%.

Pada akhir Januari 2008, pendapatan Saptaindra mencapai Rp121,36 miliar, laba usaha Rp5,55 miliar, dan laba bersih Rp9,61 miliar. [I4]

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com