Jumat, 21 November 2008
Ekonomi - Energi
  BERITA
  INDEKS BERITA
05/09/2008 20:31
PGN Beli LNG Tangguh Lebih Mahal
Yusuf Karim
 

(ist)
 

INILAH.COM, Jakarta – Makin terasa saja LNG Tangguh yang dijual ke China sangat murah. Faktanya, gas Tangguh banyak peminat, termasuk dari dalam negeri. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyatakan ketertarikannya membeli gas Tangguh.

Manajemen perusahaan BUMN distribusi gas alam itu menjelaskan, rencananya gas tersebut akan dialokasikan untuk proyek pembangunan LNG storage di Cilegon, Banten. Kebutuhan mereka terhitung cukup besar.

Dirut PT PGN, Hendi Santoso menjelaskan keinginan untuk membeli gas Tangguh sudah disampaikan ke Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). “Kami sudah bicara-bicara,” ujarnya.

Hendi mengatakan, pihaknya memang membutuhkan tambahan pasokan gas sebesar

1,5 juta ton per tahun (MTPA) untuk memenuhi kapasitas LNG storage yang rencananya dibangun dengan kapasitas 3 MTPA. “Sebab, kalau di bawah 3 MTPA, proyeknya tidak akan efisien,” katanya.

Menurut Hendi, pasokan sebesar 1,5 MTPA lainnya sudah didapat dari Total Indonesie dari Lapangan Bontang, Kalimantan Timur. “Karena itu, 1,5 MTPA lainnya kami harapkan bisa didapat dari domestik,” terangnya.

Ketertarikan PGN terhadap gas Tangguh sebenarnya sudah sampai ke telinga BP Migas. Tapi, Wakil Kepala BP Migas, Abdul Muin, mengatakan pihaknya mengarahkan konsorsium tiga BUMN tersebut agar melakukan negosiasi langsung dengan BP Indonesia. Operator gas Tangguh memang BP Indonesia. Dengan begitu, pembicaraan bisa dilakukan business to business.

Proyek LNG Storage di Cilegon tersebut rencananya memang tak hanya dibangun PGN sendirian. Mereka adalah bagian dari konsorsium tiga BUMN besar, yakni PGN, Pertamina, dan PLN.

Corporate Secretary PT PGN, Heri Yusup menambahkan, saat ini pihaknya tengah mematangkan rencana konsorsium dengan Pertamina dan PLN. Salah satu

pembahasan yang intens dilakukan adalah mengenai besaran share masing-masing anggota konsorsium. “Ini terus kami matangkan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pasokan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar, Heri mengatakan, sudah dimulai sejak Selasa lalu (2/9). “Tapi, volume gas yang dialirkan masih belum stabil karena volumenya masih naik-turun,” katanya.

Heri menambahkan, volume yang dialirkan jika berdasarkan kontrak volumenya

sebesar 200 MMSCFD dengan opsi tambahan sebesar 100 MMSCDFD. “Tapi hal tersebut tergantung suplai PGN,” terangnya.

Sementara terkait dengan harganya, untuk 50 MMSCFD pertama dihargai US$ 4,5 per MMBTU, sementara volume selanjutnya menggunakan harga industri sebesar US$ 5,5 per MMBTU. Terbukti, masih di atas harga LNG Tangguh yang dilepas ke China yang hanya US$ 3,3. [I4]

Tags : lng, tangguh, pgn

BERITA TERKAIT
load in : 0.005672932 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com