Jumat, 21 November 2008
Ekonomi - Pasar Modal
  BERITA
  INDEKS BERITA
05/09/2008 21:29
Sotoi-nya Supertoy
Anton Aliabbas
 
Anton Apriyantono
(inilah.com/Abdul Rauf)
 

INILAH.COM, Jakarta - Entah karena keangkuhan atau ketidaktahuan, lebih dari 400 petani Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, merugi. Berharap panen padi yang menggiurkan, yang didapat hanya bulir tak berisi. Program Asal Bapak Senang (ABS)?

Adalah padi jenis Super Toy HL-2 milik PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) yang diimpikan menjadi jenis idaman. Padi ini diklaim sebagai jenis super karena sekali tanam bisa tiga kali panen dengan produktivitas 15 ton gabah per hektar.

Tentu saja, iming-iming panen dengan jumlah ini bagi petani tentu memikat mata. Bandingkan saja dengan jenis IR-64 yang hanya menghasilkan 6-7 ton gabah per hektar.

Kasus ini sebenarnya tidak akan mengemuka besar bila tidak ada kaitannya dengan petinggi negeri ini. Kaitannya bermula pada 17 April lalu, Presiden SBY meluncurkan padi unggulan ini sekaligus melakukan panen raya perdana di Desa Grabag, Purworejo.

Acara ini juga dihadiri Menteri Pertanian Anton Apriyantono. Pengelola PT SHI juga merupakan orang dalam istana yakni Heru Lelono yang menjabat Staf Khusus Presiden bidang Otonomi Daerah.

Super Toy adalah nama varietas hasil persilangan jenis Rojo Lele dengan Pandan Wangi Jawa. Jenis ini ditemukan oleh Tuyung Supriyadi, warga Bantul, Yogyakarta. Nama Tuyung kemudian diabadikan sebagai nama jenis ini. Sedangkan HL disebut-sebut diambil dari inisial Heru Lelono.

Amarah petani pun tidak bisa dibendung ketika mimpi panen raya tidak kunjung tiba. Ratusan petani membakar lahan yang ditanami padi berusia 80-90 hari yang sudah menguning. Untunglah, polisi dan satuan pamong praja mencegah aksi melebar menjadi anarkis.

Lebih nahas lagi, PT SHI hingga kini belum memberi ganti rugi. Padahal, menurut para petani, PT SHI akan menanggung semua kerugian bila Super Toy tak sesuai harapan. Dalam surat perjanjian tertanggal 4 April 2008 yang diteken CEO PT SHI, Iswahyudi, para petani yang gagal panen akan mendapat ganti rugi Rp 2,3 juta/1.750 meter persegi.

Kekisruhan antara PT SHI dengan petani sebenarnya sudah terjadi sebelum puso melanda. PT SHI merasa petani tidak memenuhi janji akan menjual hasil panen ke perusahaan. Iswahyudi mengatakan saat para petani didampingi dengan tenaga ahli saat masa tanam, hasil panen cukup bagus.

Namun, masih kata Iswahyudi, padi super itu malah dijual ke pihak lain. Itulah yang membuat PT SHI hengkang dari Desa Grabag. "Begitu melihat hasil panen tidak disetor, saya tidak mau ribut. Kita cari lokasi yang secara bisnis kondusif," ujar Iswahyudi.

Ketika kasus puso mencuat, lagi-lagi semua pihak terkait buang badan. Heru menunjuk hidung Bupati Purworejo, Kelik Sumrahadi, sebagai pihak yang bertanggung jawab. "Bupati yang bertanggung jawab karena merekomendasikan padi ini kepada petani," cetusnya.

Sementara Kelik menjawab kerjasama ini muncul ketika SHI yang menggandeng Gerakan Indonesia Baru menawarkan produk uji coba. Karena dinilai tidak merugikan petani, Kelik pun menyetujui kerjasama ini. Ketika puso terjadi, Kelik pun mengelak. "Pemerintah kabupaten hanya memfasilitasi," kilahnya.

Departemen Pertanian pun ikut-ikutan cuci tangan. Menteri Pertanian Anton Apriyantono meminta PT SHI tidak melanjutkan ujicoba padi ini. "Varietas ini belum resmi dilepas jadi belum bisa dikomersialkan. Penelitian Super Toy harus dihentikan," pinta Anton.

Padahal, dalam situs resmi Ditjen Tanaman Pangan Deptan tidak ada penyebutan Super Toy di Purworejo sebagai proyek uji coba. Dalam tulisan berjudul "Galur Padi Super Toy Mendukung Program Swasembada Pangan" padi galur ini menuai pujian dan keunggulannya pun dibandingkan dengan padi IR-64.

Tulisan itu pun ditutup dengan harapan keterlibatan penyuluh pertanian dan peningkatan sosialisasi yang mengiringi penemuan galur-galur baru dan pengembangan produksi pangan.

Terlepas dari pro kontra ini, ada baiknya para pihak terutama yang terkait dengan petinggi negara tidak hanya sekadar membuat program ABS. Seharusnya mereka sadar bahwa semua bisnis budidaya makhluk hidup termasuk padi tidak ada yang bisa memastikan akan berhasil 100%.

Artinya, peluang kegagalan itu juga dijelaskan secara utuh kepada petani sehingga kontroversi yang sepatutnya tidak perlu terjadi dapat dihindari. Selain itu, ke depan apabila Deptan memang sudah mengetahui produk yang diujicoba ini tidak masuk akal seharusnya mengangkat masalah itu ke publik. Sehingga Deptan tidak lagi disebut sebagai pihak yang hanya mau cuci tangan bila masalah muncul.

Ada baiknya memang bila orang-orang di lingkaran dalam petinggi negara tidak ikut cawe-cawe dalam urusan inovasi. Hal ini bukannya untuk melarang berkarya melainkan agar pihak lain dapat lebih leluasa dan jujur dalam memberi penilaian sebuah penemuan.

Karena bila lingkaran dalam ikut serta dalam inovasi, maka penilaian yang ada hanya akan lebih ABS ketimbang jujur. Ada baiknya untuk tidak sotoi, istilah anak gaul yang berarti sok tahu, dari pada menuai protes dan kecaman berulang kali. [E1]

Tags : supertoy

BERITA TERKAIT
load in : 0.004019022 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com