BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
(istimewa) |
INILAH.COM, New York - Lagi-lagi harga minyak tak berdaya menghadapi lemahnya permintaan karena sebagian besar warga AS lebih memilih berhemat bahan bakar agar bisa menyisihkan uang belanja untuk keperluan yang lain.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan tingkat pengangguran Agutus meningkat, yang merupakan peningkatan dalam delapan bulan berturut-turut dan melampaui ekspektasi pasar.
Tingkat pengangguran Agustus naik menjadi 6,1% dari Juli yang sebesar 5,7%, sementara analis memperkirakan tingkat pengangguran 5,8%.
"Selain itu pasar minyak juga khawatir dengan penurunan permintaan global," kata John Kilduff, senior vice president of risk management di MF Global LLC.
Hal itu membuat harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman Oktober turun US$ 1,66 menjadi US$ 106,23 per barel di New York Mercantile Exchange — level terendah sejak awal April. Pada perdagangan Jumat (5/9), harga minyak mentah sempat menyentuh level US$ 105,13 per barel.
Sejak melonjak ke level tertinggi US$ 147,27 per barel pada 11 Juli, harga minyak mentah sudah anjlok lebih dari US$ 40, atau lebih dari 27%.
Sementara di London, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober turun US$ 2,21 menjadi US$ 104,09 per barel.
Namun, ada kemungkinan harga minyak akan kembali melonjak jika melihat terbentuknya sejumlah badai di Atlantik dan juga rencana OPEC menurunkan tingkat produksi untuk menjaga kestabilan harga.[L2]
[ Kirim ke teman ]