Jumat, 21 November 2008
Ekonomi - Pasar Modal
  BERITA
  INDEKS BERITA
08/09/2008 06:05
IHSG Bisa di Bawah 2.000, BUMI Oke

INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (8/9) kemungkinan masih akan mengalami tekanan terkait dengan anjloknya harga minyak di US$ 106,23 per barel dan Wall Street yang mixed akhir pekan lalu.

Apalagi IHSG sempat jatuh di bawah level 2.000 akhir pekan lalu meski akhirnya ditutup di level 2.022,564.

Perdagangan di bursa lokal akhir pekan lalu benar-benar hampir tak ada ruang bagi investor untuk mengoleksi saham akibat tekanan global yang begitu kuat dan ditambah dengan sentimen kenaikan suku bunga acuan BI serta faktor libur akhir pekan.

Kondisi itu berpotensi terulang pada perdagangan hari ini, terutama terhadap saham-saham tambang dan komoditas setelah minyak terus menunjukkan ketidakberdayaannya menghadapi lesunya permintaan.

Namun, jika melihat tekanan bertubi-tubi yang menimpa saham-saham tambang dalam beberapa hari terakhir, ada peluang juga sektor ini dilirik investor, terutama untuk investasi jangka pendek.

Dengan jatuhnya harga minyak dalam beberapa hari terakhir perdagangan, sejumlah saham tambang dan komoditas mengalami tekanan jual cukup besar sehingga value saham-saham ini sudah cukup rendah untuk dikoleksi.

Coba lihat harga saham PT Bumi Resources (BUMI) yang akhir pekan lalu diperdagangkan di level 4.375-4.450. Itu merupakan level terendah saham 'si bintang bursa' ini. Oleh karena itu, saham ini pantas diburu meski hanya untuk investasi jangka pendek.

Tapi secara fundamental, sejumlah besar saham sektor tambang dan komoditas masih amat menarik. Apalagi nanti jika dalam pertemuan OPEC diputuskan untuk mengurangi produksi, dapat dipastikan harga minyak mentah dunia akan kembali melayang-layang, sehingga sektor tambang dan komoditas layak untuk 'digoyang'.

Selain itu, saham-saham unggulan lainnya yang layak dikoleksi hari antara lain PT Telekomunikasi (TLKM), Bank Central Asia (BCA) dan Indosat (ISAT). Ketiga saham ini akhir pekan lalu cukup bertahan dari tekanan jual. Meski kekuatan ketiganya belum cukup mampu menahan kejatuhan indeks akibat aksi lepas saham yang begitu masif.

Jika investor melihat potensi untung dengan memanfaatkan momentum penurunan valuasi saham, terutama di sektor tambang dan komoditas, ada peluang indeks bertahan di level 2.000.

IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu turun 52,670 poin (2,54%) menjadi 2,022,564, setelah sebelumnya sempat menyentuh level 1.999,534, atau turun 75,7 poin (3,65%).

Tercatat transaksi 51.563 kali dengan volume 1,964 miliar saham senilai Rp 3,471 triliun. Sementara saham yang menguat hanya tercatat sebanyak 18 saham, 170 saham turun dan 54 saham lainnya stagnan.

Sedangkan Wall Street berakhir mixed dengan indeks Dow Jones menguat 32,73 poin menjadi 11.220,9, Indeks Standard & Poor's 500 naik 5,48 poin menjadi 1.242,31, tetapi indeks Nasdaq jatuh 3,16 poin menjadi 2.255,88.[L2]

Tags : ihsg

BERITA TERKAIT
load in : 0.005955219 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com