
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - PT Holcim Indonesia (SMCB) menargetkan peningkatan pendapatan menembus level 30% tahun ini dibandingkan perolehan tahun lalu. Penetapan target ini didasarkan pada perolehan laba bersih yang melonjak luar biasa di semester I 2008.
Relationship Management Director Rusli Setiawan mengatakan laba bersih Holcim pada semester I tahun ini meningkat 56 kali lipat menjadi Rp 341 miliar dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6 miliar.
Sementara hanya untuk periode Juli sampai Agustus, perolehan laba perseroan telah manyamai kinerja pada semester I tahun ini. Ia mengatakan perolehan pendapatan perseroan mencapai Rp 2,05 triliun dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu Rp 1,6 triliun.
Saat ini, Holcim akan memfinalisasi pinjaman dari sebagian nilai pembangunan pabrik Tuban senilai US$ 525-600 juta atau setara Rp 4,77-5,46 triliun dengan International Finance Corporation (IFC) pada triwulan IV 2008.
Biaya pembangunan pabrik itu semula hanya US$ 420 juta atau setara Rp 3,82 triliun, tetapi membengkak 25-43% seiring peningkatan harga baja. Pabrik baru diproyeksikan bisa menggenjot kapasitas produksi Holcim dari 7,9 juta metrik ton per tahun menjadi 10,5 juta metrik ton per tahun pada 2011.
Produsen semen itu sejauh ini memiliki tiga unit pabrik, yaitu satu unit di Cilacap, Jawa Tengah, dan dua unit pabrik di Narogong, Bogor, Jawa Barat. Holcim melalui anak perusahaannya baru mengakuisisi lima buah perusahaan, empat perusahaan diakuisisi dari PT Readymix Concrete, dan satu anak perusahaan dari PT Pandawa Lestari. Sementara Trimegah Securities menilai target pendapatan di tahun fiskal 2008 yang dicanangkan perseroan itu 13% di atas estimasi perusahaan sekuritas tersebut yang sebesar Rp 4,3 triliun. "Hal ini menunjukan potensi upside yang cukup besar dari proyeksi kami," papar Trimegah seperti terungkap dalam riset hariannya.
Dari sisi penjualan sampai dengan laba operasi, dapat dikatakan masih sesuai ekspektasi karena merepresentasikan 43,5-47,6% dari estimasi Trimegah di 2008. Di level laba bersih, kinerja yang dicapai perusahaan jauh di atas ekspektasi yakni pencapaian semester I telah merepresentasikan 74,8% target 2008 Trimegah yang sebesar Rp 341,1 miliar.
"Saat ini, SMCB diperdagangkan dengan price to earning ratio (P/E) 2008 sebesar 13,8 kali dan EV/Ebitda sebesar 8 kali atau 31,1-36,6% premium terhadap valuasi sektor masing-masing sebesar 10,1 kali dan 8,1 kali," papar Trimegah yang merekomendasikan buy SMCB dengan target harga Rp 1.560 per lembar.
Namun Samuel Sekuritas mengingatkan antisipasi terhadap penurunan konsumsi semen pada semester II 2008 terutama sejak Mei hingga Agustus. "Kami melihat ini akibat naiknya harga BBM Mei lalu, tingkat inflasi, dan suku bunga," paparnya.
Namun Samuel Sekuritas, seperti terungkap dalam riset nya masih tetap merekomendasikan hold untuk saham SMCB dengan target harga Rp 1.300 per saham. [E1]
- Tunggu Sampai Terjadi Koreksi
- Sepekan, IHSG Pindah-pindah Zona
- Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha
- MNC & Linktone Akuisisi 75% Innoform Media
- INTP Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$100-150 Juta
- Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Saham
- DOID Bantah Wacana 'Rights Issue'
- 'Volatile', IHSG Mampu Berakhir Manis












