
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Jakarta - Berbagai pendapat bermunculan menanggapi instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar 14 BUMN segera melakukan pembelian kembali (buyback) saham.
Salah satu pendapat itu berasal dari pengamat ekonomi yang tergabung dalam Paramitra, Pardomuan Sihombing. Ia menilai kebijakan Presiden SBY itu hanya sebagai omong-omongan belaka, tanpa diikuti dengan tindakan nyata.
Pardomuan, yang dikonfirmasi melalui telepon Kamis (9/10), mengatakan di saat situasi perekonomian lesu seperti ini, pemerintah sebaiknya tidak sibuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan tanpa ada kelanjutan tindakan nyata.
"Statement-statement atau pernyataan itu kan harus dikuatkan, sehingga ada ketetapan atau undang-undang yang mengaturnya. Nah, masalahnya itu kan nggak gampang, nggak sebentar, perlu proses. Artinya butuh waktu lagi untuk memikirkan hal itu," tegasnya.
Ia juga menuturkan bahwa langkah-langkah yang selama ini ditempuh oleh pemerintah hanya sebatas 'banyak bicara sedikit bekerja'.
Padahal, ujarnya, memang kondisi perekonomian Indonesia semakin menurun akibat dampak dari krisis AS.
Dengan ketiadaan langkah nyata itu, menurut Pardomuan, akan menambah kepanikan di sektor keuangan dan ketidakpercayaan investor terhadap langkah-langkah penyelesaian konkret dari pemerintah untuk bisa meredam krisis global saat ini.
Pardomuan merekomendasikan agar pemerintah langsung mengkoordinasikan berbagai langkah dengan Departemen Keuangan dalam bentuk tindakan yang konkret.
"Langsung saja ke Departemen Keuangan, tidak perlu berputar-putar ke BUMN," tuturnya seraya menambahkan bahwa hal itu untuk menyelesaikan atau meminimalisasi dampak krisis AS terhadap perekonomian Indonesia.[L2]
- Sentimen Spanyol Angkat Rupiah
- Rupiah Masih akan Tertekan
- Rupiah Masih Bertenaga
- Momentum Dongkrak Perdagangan
- Mata Uang Utama Picu Rupiah Siuman
- Khawatir Ekonomi Global, Rupiah Jatuh
- Bayang-bayang Koreksi Indeks Tekan Rupiah
- Rusia Respon Positif Ekonomi RI
- Analis: Indonesia Akhir 2010 Alami Deflasi
- Untuk ke-12 Kali, FE UI Gelar Kompetisi Ekonomi
- Krisis Eropa Hempaskan Rupiah
- Atasi Fraud, Akses Karyawan Outsource Dibatasi
- Pemerintah Siapkan Rp18 T Untuk Listrik
- Rupiah Sore Terpuruk 70 Poin
- BI: Cadangan Devisa US$100 M hanya Angka Psikologis












