

(Inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta – Nilai tukar rupiah, Jumat (10/10), diperkirakan masih berpotensi melemah. Aksi jual yang dilakukan fund manager asing sulit terbendung seiring tekanan likuiditas sehingga masih membebani pergerakan rupiah.
Analis valas BCA, Branco Windoe mengatakan, rupiah hari ini akan bergerak cenderung negatif. Terbatasnya penguatan rupiah juga disinyalir akibat aksi fund manager asing yang sejak kemarin melakukan penjualan asetnya di Indonesia untuk menutup kerugiannya di luar negeri.
"Sentimen ini masih akan mewarnai pasar valas hari ini. Sehingga nilai tukar rupiah berpotensi melemah dan ditransaksikan di kisaran 9.600-9.700 per dolar AS," papar Branco, di Jakarta, semalam.
Menurutnya, para fund manager itu menjual asetnya di Indonesia dan mengkonversinya ke dolar. Ini berarti terjadi unwinding, dimana investor beralih dari aset berimbal hasil tinggi seperti surat utang Indonesia, dolar Australia, serta New Zealand, kemudian kembali ke negara asal.
"Jadi investor AS kembali ke US Treasury, investor Eropa ke obligasi pemerintah Inggris (gilt), serta komoditas emas," tandasnya. Menurut Brancoe, rupiah akan diperdagangkan dengan 9.800 sebagai level resistan.
Namun ia memprediksikan rupiah hari bakal kesulitan melewati level 9.800. "Level itu adalah batas psikologis pekan ini, rupiah masih sulit melewatinya," tandasnya.
Menurut Brancoe, rupiah pada perdagangan kemarin menguat tipis karena The Fed melakukan pemangkasan suku bunganya 50 basis poin ke level 1,5%. Hal ini membuat mata uang dolar tertekan.
Penguatan rupiah, lanjutnya, seharusnya bisa lebih tinggi lagi. "Rupiah tidak bisa memanfaatkan momentum pemotongan suku bunga di beberapa negara," imbuhnya. Ia mengakui saat ini terjadi krisis kepercayaan, sehingga tidak banyak dampak jangka pendek dari pemangkasan suku bunga terhadap perekonomian negara yang bersangkutan.
Rupiah pada perdagangan Kamis (9/10) ditutup menguat tipis lima poin ke posisi 9.590 per dolar AS. Sementara nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya ditutup bervariasi.
Rupiah terhadap dolar Singapura menguat di 6.597,41, atas dolar Hong Kong naik menjadi 1.247,19, terhadap dolar Australia turun di 6.771,75 dan atas euro menguat di 13.316,87. [E1]
- HSBC: 24 Ribu Informasi Akun Dicuri!
- Chairul Tanjung Masuk Daftar Terkaya Dunia
- Halim Alamsyah Cocok Gantikan Siti Fadjriah
- Ekonom : BI Butuh Pegawai Cerdas Emosi
- UOB Buana Jaga Bunga Sekitar 11-12%
- Ekonom: DPR Harus Cari Jalan Selain Boikot
- RI Negara Terkorup, Investor Asing Tak Peduli
- DPR Boikot Menkeu, Ekonomi Terpengaruh
- Bank of Korea Masih Pertahankan Rate Rendah
- UOB Buana Luncurkan Kartu Kredit Ber-cash back 5%
- Penyerapan Insentif Rendah, Menkeu Kecewa
- 4 Sektor Industri Lagi Bakal Dapat BMDTP
- Citibank Didepak dari Jajaran 10 Bank Pemilik Aset Terbesar
- 14 Sektor Industri Dapat Kucuran BMDTP Rp1,53 T
- Selamat Tinggal Bill Gates
Kurs BI :












