

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - The Hongkong Shanghai Banking Corporation (HSBC) menargetkan tender offer setelah mengakuisisi saham PT Bank Ekonomi Raharja (Tbk)(BAEK) akan selesai pada awal tahun 2009.
Demikian diungkapkan Chief Operating Officer HSBC, Endy Abdurrahman usai acara pemberian sumbangan HSBC di Sekolah Dasar Kuningan Timur, Jakarta, Sabtu (25/10).
"Kemungkinan tender offer selesai paling cepat dua sampai tiga bulan lagi," ungkapnya.
Pasalnya, menurut Endy, saat ini antara HSBC dan PT Bank Ekonomi Raharja Tbk masih dalam proses due diligence yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).
"BI kan harus proper test calon pemilik baru dulu. Itu prosesnya. Bapepam juga fit and proper test calon pemilik barunya juga kan, itu aturan mainnya," ujarnya.
Pasca akuisisi, Endy menyatakan, HSBC dan bank Ekonomi akan tetap bersinergi dalam menentukan langkah bisnis yang akan diambil ke depan. "Sinerginya bagus, apa yang mereka punya kita tidak, apa yang kita punya mereka tidak. Ini nanti yang akan kita kembangkan," tambahnya.[L5]
- Usai Rakor Migas, Menteri-menteri Sepakat Bungkam
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan
- Ekuitas BUMN Naik Jadi Rp2.500 T Pascaholding BUMN
- Menneg BUMN Buat Aturan Bentuk Anak Usaha
- Jadi Tameng Presiden, Menkeu Tak Akan Dicopot
- DPR Minta Holding Perkebunan BUMN Setelah IPO
- Menteri BUMN: Holding BUMN Pengaruhi Pajak
- PPATK: Transaksi Keuangan Mencurigakan Naik 100%
- Menkeu: Defisit 2,1 Persen Bisa Dikelola Lewat Pinjaman
- Menkeu: Tak Ada Kebijakan Ekonomi Mengejutkan di 2010
- Menkeu: Perbaiki APBN Dibutuhkan Tindakan Ekstrim
- Menkeu: Dinamika Global Masih Pengaruhi Rupiah
- Pemerintah Rencana Bentuk Holding Perkebunan 2010
- Menkeu: Reformasi Timbulkan Rasa Sakit
Kurs BI :












