

(inila.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom mengaku aturan pembatasan pembelian valuta asing cukup ampuh meredam kejatuhan rupiah.
Hal itu ditegaskan Miranda menanggapi pernyataan wartawan mengenai masih merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang pada perdagangan Jumat ini berada di level Rp 11.640 per dolar AS.
"Kayaknya nggak deh (aturan valas tak redam kejatuhan rupiah). Tadi pagi saja dibuka sudah berapa," kilah Miranda kepada wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/11).
Menurut Miranda, masalah aturan valas itu hanya sesaat saja, karena pengaturannya bukan pengaturan kontrol melainkan hanya membatasi aliran dana keluar.
"Mau beli berapa pun di atas US$ 100 ribu itu boleh saja asalkan menunjukkan NPWP, dan underlying transaction (alasan yang jelas dari penggunaan valas itu). Jadi kegamangan sesaat itu lumrah," ujarnya.[tra]
- Saham Abdi Bangsa Masuk UMA
- Penjualan KLBI Anjlok 52,52%
- Mackenzie Miliki 6,40% Saham BNBR
- Penjualan CTRA Tembus Rp300 miliar
- Pendapatan INTA 2009 Turun Rp10 M
- BEI Minta Klarifikasi FREN
- Direktur OCBC NISP Jadi Bos Dinar Sekuritas
- Obligasi FREN I disuspensi
- Usai Nyepi, IHSG Naik 12,91 Poin
- IHSG Akan Bergerak di Kisaran 2.653-2.690
- Harga Normal BUMI di Level Rp3.500
- Benakat Jaminkan 2,711 Miliar Saham ELSA
- UNSP & Spinnaker Sepakat 'Crossing" Jual Beli Saham
- Benakat Terbitkan 'Promissory Note' Rp894,81 M
- Jababeka Bakal Ekspansi?
Kurs BI :












