
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Kejatuhan bursa saham akibat memburuknya perekonomian global juga berimbas negatif pada pasar valas. Aksi buru dolar berlanjut sehingga nilai tukar rupiah pun terkoreksi. Namun pelemahan mata uang RI itu sedikit tertahan oleh intervensi BI.
Menurut data Bloomberg, rupiah di pasar spot antar bank Jakarta, Kamis (20/11) ditutup melemah 110 poin ke posisi 12.300 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 12.190. Rupiah sepanjang perdagangan sempat melemah hingga ke level 12.400 per dolar AS.
Analis Valas Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan, pada awal perdagangan, rupiah terpuruk hampir 300 poin, karena pelaku pasar aktif memborong dolar AS. Hal ini dipicu tingginya kebutuhan dolar AS di pasar dunia. "Apalagi tidak ada pasar internasional yang mengelola kebutuhan mata uang asing itu," katanya.
Namun, tekanan pasar pada sore hari agak berkurang karena Bank Indonesia melepas cadangan dolar AS ke pasar, sehingga rupiah tidak makin terpuruk. "BI masih tetap menjaga kondisi pasar meski cadangan devisa makin tergerus," ucapnya.
Pemerintah dan BI terus memperhatikan kondisi rupiah saat ini dan berusaha menjaga pergerakannya agar tidak terperosok lebih dalam. Ini berarti, bila tekanan pasar makin kuat, maka tentu akan dilakukan berbagai upaya untuk menahannya
Analis valas Integral Investama Tony Mariano memprediksi rupiah sepekan ini tembus 12.300 per dolar AS seiring semakin bergejolaknya ekonomi global sehingga menyebabkan peningkatan aksi beli dolar sebagai investasi safe haven. "Selama aksi beli dolar untuk antisipasi resesi, rupiah masih akan terkoreksi.," kata Tony.
Menurutnya, peranan BI di pasar dapat meredam gejolak pelemahan meski tidak sepenuhnya. BI pun diharapkan terus melakukan intervensi dan memberikan imbauan-imbauan agar masyarakat melepas dolar untuk meminimalisir pelemahan rupiah.
Selain itu, imbuhnya, pemerintah sebaiknya mengeluarkan paket stimulus ekonomi berupa program padat karya. "Hal ini akan menimbulkan kepercayaan di pasar bahwa roda perekonomian masih berjalan," ujarnya.
Tony juga menyambut baik rencana pembatasan penggunaan dolar yang tertuang di Surat Kesepakatan Bersama (SKB) empat menteri, Menurutnya, aksi nyata pemerintah ini merupakan langkah positif yang dapat meredam gejolak nilai tukar rupiah seiring kebutuhan dolar yang meningkat.
Empat menteri yaitu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik berencana mengeluarkan aturan yang melarang pemakaian dollar dalam transaksi di dalam negeri.
Rupiah pada perdagangan valas pukul 16.04 WIB diperdagangkan di level 7.820,16 atas dolar Singapura, di level 14.959,94 atas mata uang gabungan negara Eropa dan di level 7.515,35 atas dolar Australia. [E1]
- Laba UOB Indonesia 2009 Naik 19,3%
- RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Asia-Pasific
- Hatta: Yang Tahu Hanya Presiden
- China Makin Mantap Tolak Washington
- Hatta: Jangan Dijadikan Spekulasi Baru
- Inflasi 'Year on Year' 2010 Cenderung Naik
- Pertumbuhan Ekonomi 2011 Ditargetkan 6,3%
- PPATK Temukan 97 Transaksi DanaTeroris
- Lelang SBI Berubah tak Pengaruhi Saluran Kredit
- Usai Rakor Migas, Menteri-menteri Sepakat Bungkam
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan
- Ekuitas BUMN Naik Jadi Rp2.500 T Pascaholding BUMN
- Menneg BUMN Buat Aturan Bentuk Anak Usaha
- Jadi Tameng Presiden, Menkeu Tak Akan Dicopot












