
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12613.3

INILAH.COM, Jakarta - Mengejutkan! Itu ucapan paling pas untuk menggambarkan pergerakan harga saham Jumat ini (21/11), di tengah tekanan kuat kejatuhan Wall Street.
Harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai menunjukkan penguatan ketika perdagangan sesi kedua dimulai. Bahkan indeks sempat menembus zona hijau sebentar untuk kembali masuk zona merah.
Namun, investor mulai berani 'bermain' lagi setelah bursa regional mengalami rebound berkat perburuan saham-saham sektor keuangan dan teknologi.
Sementara itu, investor juga mulai kembali melirik saham-saham sektor tambang setelah minyak naik tipis 6 sen di level US$ 50,03 per barel di perdagangan Asia.
Selain itu, faktor harga saham, terutama di sektor tambang dan agribisnis, yang sudah rendah akibat tekanan jual dalam beberapa hari terakhir, membuat investor berminat memburu saham-saham murah itu.
Meski melorot, tapi penurunan IHSG hari ini tidak terlalu tajam, hanya 8,690 poin menjadi 1.146,28.
Sedangkan indeks LQ45 turun tipis 2,4000 poin menjadi 215,98 dan JII melemah 0,9199 poin di level 179,35.
Tercatat 58 saham menguat, 75 saham melemah dan 45 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan tercatat 2,225 miliar lembar senilai Rp 1,451 triliun.
Sejumlah saham yang menguat hari ini antara lain SMART (SMRA) yang melompat Rp 250 menjadi 1.650, International Nickel (INCO) naik Rp 190 menjadi Rp 2.020, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 160 menjadi Rp 1.760, Indo Tambangraya Megah (ITMG) menguat Rp 150 menjadi Rp 7.150, TB Bukit Asam (PTBA) menguat Rp 150 menjadi Rp 5.400, Timah (TINS) naik Rp 120 menjadi Rp 1.070, Aneka Tambang (ANTM) menguat Rp 110 menjadi Rp 1.010, dan Astra Agro Lestari (AALI) terangkat Rp 100 menjadi Rp 6.550.
Untuk saham-saham yang melemah hari ini di antaranya Telkom (TLKM) yang melorot Rp 250 menjadi Rp 5.500, Bank Central Asia (BBCA) rontok Rp 200 menjadi Rp 2.500, Bayan Resources (BYAN) jatuh Rp 110 menjadi Rp 1.050, Asahimas Flat Glass (AMFG) turun Rp 110 menjadi Rp 1.110, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah Rp 100 menjadi Rp 2.500, Gudang Garam (GGRM) merosot Rp 100 menjadi Rp 4.350, Ratu Prabu Energi (ARTI) turun Rp 90 menjadi Rp 860, dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) melemah Rp 80 menjadi Rp 350. [tra]
- Investor Tahan Diri, Bursa Asia Sesi I Ditutup Mixed
- Aviyana Dipayana Jadi Komisaris di Trimegah
- Kas FREN Hanya Rp26,68 Miliar
- Bursa Asia Dibuka Naik Tipis
- Penjualan Indocement Anjlok 3,9%
- PTBA Akui Belum Tetapkan Besaran Dividen
- Tunggu Pertemuan Fed, Wall Street Ditutup Mixed
- PTBA Belum Kaji Akuisisi Tambang Freeport
- Pengetatan China Hantam Bursa Asia
- FREN tak Sanggup Bayar Bunga Utang
- Inilah Daftar 10 'Top Foreign Buy'
- BLTA 'Upsize' Obligasi US$25 Juta
- Akhir Maret, Bapepam Serahkan Draft OJK ke Kemenkumham
- INTP Investasi 2 Pabrik US$35 Jt
- Inilah Daftar 10 'Top Foreign Sell'












