

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta - Rupiah sepertinya sudah tidak kuat lagi membendung kekuatan yang dimiliki dolar AS saat ini. Pukul 16:41 WIB, rupiah masih terpukul di level 12 ribu per dolar AS.
Pada perdagangan siang, rupiah sempat melemah hingga ke posisi Rp 13 ribu. Tapi menjelang penutupan, mata uang Indonesia kembali ke posisi Rp 12 ribu.
Sentimen negatif terhadap perekonomian Indonesia menyebabkan para pelaku pasar, khususnya para importir untuk meningkatkan penyerbuan terhadap dolar AS di pasar. Kondisi ini membuat stok dolar di pasar pun semakin menipis.
Kekhawatiran para pelaku pasar ini dipicu semakin gelapnya upaya-upaya untuk memulihkan perekonomian. Di AS sendiri, penalangan terhadap perusahaan-perusahaan besar masih jadi masalah. Pengangguran kian meningkat akibat krisis berkepanjangan yang terjadi di sana. Kondisi yang sama juga sudah merembet ke Eropa dan negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
Jadi, sebetulnya semua mata uang negara lain juga terseok terhadap dolar AS. Ini disebabkan pasokan dolar yang semakin menipis di pasar. Para pengamat pasar uang bahkan memprediksikan, rupiah ini bisa menembus angka 15.000 per dolar jika situasinya semakin parah. [cms]
- Cermati Pengalihan Utang RI
- BI Rate Turun Jadi 6,75%
- Inilah Asumsi Makro RAPBNP 2009
- BI Rate Berpeluang Turun Jadi 6,75%
- Yes! Rupiah Menguat di Rp 10.175
- BPS: Inflasi Juli Masih di Bawah 4%
- Miranda: BI Rate Berpeluang Turun
- Rupiah Dibuka Naik ke Rp 10.175 Per US$
- Inflasi Rendah Untungkan SBY-Boediono
- BI: Ada Ruang BI Rate Turun
- BPS: Juni 2009 Inflasi 0,11%
- Rupiah Menguat 87 Poin
- BI: Rupiah ke Depan Terus Membaik
- BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 Hanya 4%
- Yes! Rupiah Terkerek 20 Poin
