

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antar bank Jakarta, Kamis (27/11) pukul 08:05 WIB semakin anjlok 288 poin menjadi Rp 12.388 di banding penutupan hari sebelumnya Rp 12.275 per dolar AS.
Pelemahan ini masih disebabkan kebutuhan dolar AS di pasar domestik yang masih tetap tinggi.
Direktur Utama PT Finance Corpindo, Edwin Sinaga mengatakan rupiah cenderung melemah, namun posisinya masih berada di level antara Rp 12.300 hingga Rp 12.500 per dolar AS.
Hal ini disebabkan pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) masih terus mencari solusi dalam menyediakan kebutuhan dolar AS bagi pelaku pasar. BI kemungkinan akan bekerja sama dengan bank sentral negara lain untuk mengatasi kebutuhan dolar AS yang meningkat di pasar domestik.
Upaya ini diharapkan akan dapat mengurangi tekanan terhadap rupiah yang semakin terpuruk hingga berada di atas angka Rp 12.000 per dolar AS.
Ia mengatakan, pasar uang domestik saat ini masih didominasi aksi beli dolar AS, meski mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan saatnya untuk dilepas. Namun pelaku pasar cenderung malah menyimpannya karena khawatir akan terjadinya kenaikan dolar AS. [cms]
- Rupiah Dibuka Melemah 15 Poin
- Faktor Eksternal Masih Dukung Rupiah
- BPS: Maret Diperkirakan Deflasi
- Suku Bunga The Fed Picu Rupiah Meroket
- Sentimen The Fed, Rupiah Sore Naik Rp50 Poin
- Kunjungan Obama Tak Berefek Ekonomi
- ANTA Catatkan Laba Bersih Naik 37%
- Rupiah Pagi DIbuka Menguat 5 Poin
- Usai Liburan, Rupiah Akan Menguat
- Faktor Teknis, Picu Rupiah Koreksi Tipis
- Rupiah Sore Ditutup Melemah 15 Poin
- Kejar Pajak hingga Luar Negeri!
- Rupiah Pagi Dibuka Stagnan
- Jelang Libur, Rupiah Bersiap Menguat
- JIBOR Rate Naik, Rupiah Melambung
Kurs BI :












