Sabtu, 20 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Ekonomi
 
29/11/2008 - 17:00
BNBR Harus 'Top Up' Saham BUMI
Wahid Ma'ruf

(inilah.com/Bayu Suta)

INILAH.COM, Jakarta - Kesepatakatan antara Bakrie & Brothers (BNBR) dengan Northstar Pacific Parthners Limited baru akan mengurangi tekanan terhadap kepastian transaksi repo dengan Oddickson.

Menurut pengamat pasar modal, Dandosi Matram, investor masih menunggu penjelasan lebih rinci dari BNBR. Sebab masih belum ada kepastian tentang rincian kesepatakan notasi utang tersebut. "Kesepakatan tersebut hanya baru mengurangi tekanan terhadap

transaksi repo dengan Oddickson. Harga saham BUMI belum banyak terpengaruh," katanya kepada INILAH.COM, Sabtu (29/11).

Ditambahkan Ossy, panggilan akrabnya, kesepakatan tersebut belum jelas, apakah hanya sebatas notasi atau pengalihan utang saja ataukah ada konversi saham kepada Northstar. BNBR harus menjelaskan dari kesepakatan tersebut mengenai term and condition, harga saham dari pengambilan utang tersebut dan kemungkinan tambahan saham kepada Northstar.

Kalau harga saham sudah diketahui, maka akan dapat dilihat posisi persentase saham yang menjadi milik Northstar. Dengan demikian kemungkinan BNBR harus memenuhi top up saham atau menghitung berapa margin dari pengalihan utang tersebut. Tetapi kalau belum ada kejelasan maka investor akan tetap dalam ketidakpastian. Sebab, masih harus dilihat kelanjutan dari kesepakatan tersebut.

BNBR dengan Northstar pada Jumat malam (28/11) menyepakati pengalihan utang kepada Oddickson senilai US$ 575 juta kepada Northstar Pacific Parthner Limited. Kesepakatan ini cukup mengejutkan karena bukan pembelian saham mencapai 35% senilai US$ 1,3 miliar. Padahal kesepatan ini sudah dipublikasi pada 31 Oktober 2008 lalu. [cms]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !