
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

INILAH.COM, Jakarta - Beberapa kebijakan Boediono saat menjadi menteri keuangan maupun menko perekonomian sangat membuktikan sebagai penganut ekonomi neoliberal. SBY yang menggandeng Boediono sangat bertaruh untuk bangsa ini.
Hal itu dikatakan ekonom ECONIT, Hendri Saparini dalam sebuah diskusi Ekonomi Kemandirian VS Ekonomi Neoliberalisme di Jakarta, Jumat (22/5).
"Secara pribadi Boediono santun tetapi kebijakannya tidak pernah santun. Kesantunan pribadi tidak cukup, apakah kebijakan menambah utang itu santun," katanya.
Hendri menjelaskan bahwa Boediono selama menjabat membawa paket consencus Washington yaitu menerapkan disiplin anggaran. Pengaruh yang jelas adalah pemangkasan subsidi dengan alasan untuk menjaga kesehatan APBN.
Hal ini terbukti dari angaran pendidikan yang mengurangi peran pemerintah. Pendidikan gratis hanya diberikan pada tingkat SD saja. Dengan demikian kebijakan anggaran bukan untuk meningkatkan ekonomi rakyat. "Paket ini ditujukan kepada negara-negara yang berkembang karena memiliki utang yang besar," tegasnya.
Selain itu, paket tersebut juga menjalankan praktik liberalisasi dengan membuat undang-undang yang mengandung unsur neoliberalisme seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Badan Hukum Pendidikan. Kasus lain adalah paket stimulus perdagangan justru diberikan kepada importir susu bukan kepada peternaknya.
Satu lagi bagian dari kebijakan Boediono adalah privatisasi dengan menjual saham kepemilikan pemerintah di BUMN. Sampai saat ini sudah 40 BUMN yang terjual untuk memperkuat anggaran APBN. Akibatnya walaupun 2008 ekonomi tumbuh mencapai 6% tetapi kesenjangan ekonomi semakin lebar dan daya kompetisi menurun.
"Jadi SBY memilih Boediono maka SBY sudah memberikan taruhan tertinggi pada bangsa ini," katanya.[hid]
- Sentimen Spanyol Angkat Rupiah
- Rupiah Masih akan Tertekan
- Rupiah Masih Bertenaga
- Momentum Dongkrak Perdagangan
- Mata Uang Utama Picu Rupiah Siuman
- Khawatir Ekonomi Global, Rupiah Jatuh
- Bayang-bayang Koreksi Indeks Tekan Rupiah
- Rusia Respon Positif Ekonomi RI
- Analis: Indonesia Akhir 2010 Alami Deflasi
- Untuk ke-12 Kali, FE UI Gelar Kompetisi Ekonomi
- Krisis Eropa Hempaskan Rupiah
- Atasi Fraud, Akses Karyawan Outsource Dibatasi
- Pemerintah Siapkan Rp18 T Untuk Listrik
- Rupiah Sore Terpuruk 70 Poin
- BI: Cadangan Devisa US$100 M hanya Angka Psikologis












