
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9116

(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) sepakat atas pembagian wilayah pembangunan floating Storage Liquified Natural Gas (LNG).
Hal itu dikatakan Dirut Pertamina Persero, Karen Agustiawan di Jakarta, Kamis (2/7). "Kami sudah rapat dengan pihak PGN, yang terakhir dari rapat itu kita (Pertamina) mungkin akan konsentrasi membangun kilang floating LNG yang ada di Jawa. Sementara PGN dapat kesempatan bangun floating LNG di Sumatera," katanya.
PT Pertamina (Persero) akan membangun kilang floating LNG di daerah Jawa. Sementara PGN diserahkan tugas dan tanggungjawab untuk membangun floating LNG di daerah Sumatera Utara.
Rencananya Pertamina akan bangun floating LNG di laut Banten dengan kapasitas sebesar 200 mmscfd, sedangkan kalau stressnya 400 mmscfd. Sementara PGN rencananya bangun floating LNG di Sumetera, Sumut. "Kalau hanya membangun satu Kilang LNG floating Terminal, yang rencananya bangun di Banten, negosiasinya terus berlarut-larut. Akhirnya, kami memutuskan untuk membangun Kilang LNG lain-lain," katanya.
Operasionalnya akan dilakukan sendiri-sendiri. Namun, produknya akan diutamakan untuk memenuhi kebutuhan PLN. [war/hid]
- MESDM Perpanjang Kontrak LNG ke LNG Jepang
- Tidak Ada Pengurangan Suplai Gas PHE ONWJ ke PLN
- Buruh Kilang Balongan Pertamina Tuntut Gaji Rp1,5 Juta
- MESDM Rombak Jajaran Eselon II
- Tarif Komponen RT Tak Disubsidi 4 Tahun Lagi
- Pasokan Gas Pertamina-PGN Bertahan 91 Hari
- Pemerintah Bangun LNG Receiving Terminal di Sumsel & Bali
- RI Tawarkan Bangun LNG Receiving Terminal Korea
- Pemerintah Siapkan Pola Baru
- Pertamina Harus Keluar dari Intervensi
- Pemerintah Tawarkan WK CBM Juni-Juli 2010
- Program Jaringan Gas Kota Hemat Subsidi Rp1 T
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri












